Index Sumut – Kinerja mata uang Rupiah mengalami koreksi yang cukup signifikan pada hari ini, Rabu (24/1). Rupiah terpantau melemah di level 15.705 per US Dolar pada sesi perdagangan sore.

Pengamat Pasar Keuangan Sumut menilai, pelemahan rupiah dipicu oleh memudarnya harapan kebijakan bunga longgar oleh The FED.

“Pasar kembali dibuat was-was setelah pejabat Bank Sentral AS melontarkan pendapat bahwa penurunan bunga acuan belum dibutuhkan saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, IHSG yang sempat bolak-balik di dua zona pada sesi perdagangan pembukaan, pada akhirnya diperdagangkan di teritori negatif di sisa perdagangan selanjutnya hingga penutupan.

“IHSG ditutup melemah terbatas 0.39% di level 7.227,82. Walaupun investor asing di sisi lainnya membukukan transaksi beli bersih senilai Rp1.4 triliun,” ujarnya..

Sementara itu, rilis data investasi asing yang masuk ke tanah air pada kuartal keempat 2023 secara tahunan tumbuh 5.3%. Masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan realisasi di kuartal yang sama tahun 2022 yang mampu tumbuh 43.3%.

“Namun saya menilai dampak dari rilis data tersebut tidak begitu signifikan mempengaruhi kinerja IHSG,” katanya.

Bahkan, lanjutnya, jika dibandingkan antara kinerja IHSG dengan sejumlah bursa saham di Asia pada perdagangan hari ini, pelemahan pada beberapa bursa di Asia juga terjadi.

“Saya berkesimpulan minimnya rilis data penting membuat pergerakan bursa saham lebih banyak mengandalkan faktor teknikal. Dan koreksi pada bursa saham hari ini terpantau masih dalam koreksi yang terukur,” sebutnya.

Sementara itu, untuk harga emas, kinerjanya menguat pada sesi perdagangan sore. Harga emas di transaksikan naik tipis di level $2.031 per ons troy nya.

“Kenaikan harga emas berbeda dari rupiah yang justru mampu melawan tekanan US Dolar. Dan pada perdagangan besok, pelaku pasar diproyeksikan akan kembali bersikap was-was jelang rilis data inflasi AS di akhir pekan,” katanya. (R)

Share: