Index Sumut – Kinerja mata uang rupiah yang sempat mengalami pelemahan, mampu berbalik arah dan ditutup menguat di level 15.630 per US Dolar.
“Kebijakan Bank Indonesia yang mempertahankan besaran bunga acuan di level 6% menjadi kabar positif bagi kinerja Rupiah. Karena dibarengi dengan ekspektasi bahwa suku bunga acuan akan dipangkas di semester kedua,” ujar pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin, Rabu (21/2) sore.
Menurutnya, hal ini membenarkan bahwa ekspektasi penurunan bunga acuan Bank Sentral AS juga akan dilakukan di semester kedua nantinya, setelah sekian lama pasar berharap ada penurunan bunga acuan di bulan Maret sebelumnya.
“Jadi gambaran dovish terkait bunga acuan global termasuk bunga acuan BI menjadi kabar baik bagi pasar keuangan,” ujarnya.
Sementara itu, linier dengan kinerja mata uang Rupiah. Harga emas ditransaksikan menguat pada perdagangan sore ini.
“Harga emas ditransaksikan di level $2.028 per ons troy nya. Atau masih sama dengan kinerja sebelumnya, dimana harga emas ditransaksikan dikisaran level 1 juta per gramnya,” sebut Gunawan.
Sementara di sisi lain, IHSG ditutup melemah tipis 0.05% di level 7.349,021, dimana asing membukukan transaksi beli bersih senilai Rp975 miliar.
“IHSG yang sempat terpuruk hingga menyentuh level 7.286 mampu berbalik arah, dan mampu mengurangi kerugiannya hingga hanya melemah 3.5 poin pada perdagangan hari ini. Kinerja IHSG masih bergerak seirama dengan kebanyakan bursa di Asia,” pungkasnya. (R)





