Analisis Gunawan Benjamin
MEDAN, Index Sumut – Konflik Palestina – Israel yang terjadi sejak Sabtu kemarin menambah ketidakpastian ekonomi global. Setelah perang Rusia – Ukraina yang sempat melambungkan harga pupuk dan biji-bijian. Maka untuk konflik di Timur Tengah pada saat ini yang dikhawatirkan adalah potensi kenaikan harga minyak mentah dunia.
Harga minyak mentah sendiri mengalami kenaikan dari kisaran $82 per barel sebelum konflik terjadi, menjadi sekitar $86 per barel sesaat terjadi konflik.
Harga minyak sejauh ini memang tidak lagi mengalami kenaikan. Akan tetapi kita perlu khawatir dengan potensi dimana konflik bisa saja meluas ke negara teluk lainnya.
Hal ini perlu diwaspadai mengingat banyak negara teluk yang merupakan negara penghasil minyak dunia. Perang akan memperburuk harga minyak, dan perang Yom Kippur tahun 1973 juga sempat melambungkan harga minyak dunia hingga 4 kali lipat.
Untuk saat ini, situasinya tentu tidak sama dengan 50 tahun lalu. Akan tetapi, ketidakpastian yang diakibatkan perang tersebut kian bertambah. Situasi ekonomi global belakangan ini juga tengah mengalami ketidakpastian, dimana tekanan kinerja ekonomi terus melambat seiring dengan kenaikan bunga acuan. Perubahan iklim memicu terjadinya penurunan produksi pertanian, gangguan rantai pasok karena perang, hingga sikap proteksi yang dilakukan negara surplus bahan pangan.
Nah situasi kian memburuk manakala perang di teluk terjadi. Ancaman kenaikan harga minyak dunia mencuat. Kenaikan harga minyak dunia jelas akan membuat harga BBM di tanah air mengalami kenaikan, terlebih untuk BBM non subsidi. Dan jika harga minyak konsisten naik dan bertahan untuk waktu yang lama, maka akan mengganggu kemampuan APBN untuk subsidi.
Jadi ancaman perang teluk saat ini ada di situ (minyak). Kalau untuk perdagangan tidak akan begitu terpengaruh dengan perang tersebut. Selama kita tidak berdagang banyak dengan negara-negara teluk, maka tidak akan begitu terpengaruh pada ekonomi nasional. Selain itu, situasi terkini di pasar keuangan tanah air juga tidak begitu terpengaruh dengan konflik Palestina – Israel.
Bagi Sumut, perang tersebut juga belum memberikan dampak yang besar terhadap kinerja perekonomian secara keseluruhan. Ancaman kenaikan harga minyak mentah dunia justru bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi harga minyak sawit. Karena harga minyak sawit atau CPO bisa naik mengikuti perkembangan harga komoditas lainnya.
Selama ini, harga komoditas CPO kerap diuntungkan dengan kenaikan harga minyak mentah maupun harga komoditas subtitusi lainnya. Namun sejauh ini, harga minyak dunia masih tepantau relatif tidak banyak berubah khususnya setelah Rusia membatasi ekspor Solar Dan Bensin sebelumnya. *





