Anilisis Gunawan Benjamin
MEDAN, Index Sumut – Kinerja bursa saham di Amerika, Eropa dan Asia kompak mengalami penguatan. IHSG berpeluang untuk menguat setelah mengalami tekanan hebat pada perdagangan sehari sebelumnya.
IHSG bahkan bergerak anaomali dengan mengalami penurunan kinerja yang signifikan jika dibandingkan dengan kinerja sejumlah bursa di Asia pada perdagangan kemarin.
IHSG pada hari ini sangat berpeluang ditransaksikan di atas level 6.700. Dengan peluang mendekati level 6.770. Walaupun koreksi yang besar pada perdagangan kemarin menyisakan kekuatiran, terkait kemungkinan adanya faktor yang tak terduga menjadi pemicu pelemahan.
Kalau dilihat dari sejumlah indikator ekonomi pada hari ini sangat mendukung penguatan pada pasar saham di tanah air.
Seperti Bank sentral AS menahan besaran bunga acuannya, dengan memberikan gambaran yang dinilai lebih bersikap dovish. Serta data ISM manufaktur AS juga menunjukan bahwa sektor manufaktur AS masih terkontraksi.
Sesuai ekspektasi sebelumnya, The FED memang diproyeksikan akan menahan besaran bunga acuan, seiring dengan realisasi inflasi AS yang masih sesuai ekspektasi sebelumnya. IHSG sendiri pada sesi pembukaan ditransaksikan naik di level 6.697,29.
Pada pagi ini, imbal hasil obligasi US 10-YR juga mengalami penurunan. Ini akan menjadi kabar baik bagi mata uang rupiah.
Rupiah berpeluang menguat dalam rentang 15.850 hingga 15.900 hari ini. Dan rupiah pada sesi perdagangan pukul 9 berada di kisaran level 15.870 per US Dolar. Selain rupiah harga minyak mentah dunia juga bergerak stabil di kisaran $81 per barel.
Eskalasi konflik di Timur Tengah yang relatif belum meluas menekan harga minyak mentah. Meskipun di sisi lainnya penurunan harga terjadi dikarenakan adanya peningkatan supply.
Di sisi lainnya, konfllik di Timur Tengah yang belakangan masih relatif tidak banyak berubah membuat kenaikan harga emas menjadi tertunda. Harga emas pagi ini masih relative stabill di kisaran level $1.985 per ons troy. (*)





