MEDAN, Index Sumut – Meskipun kondisi perekonomian global masih menunjukkan ketidakpastian yang tinggi, pemulihan ekonomi Indonesia optimis masih akan berlanjut.
Hal disampaikan Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti saat memberikan keynote speech pada perhelatan North Sumatra Invest (NSI) Day 2023 dengan tema “Enhancing North Sumatra Economic Growth through Sustainable Investment and Financial Inclusion”, di Medan, 6 November 2023.
Dia menyebutkan, pada triwulan ketiga 2023, pertumbuhan ekonomi didukung oleh konsumsi pribadi, termasuk konsumsi generasi muda, khususnya di sektor jasa. Kepercayaan konsumen yang tetap tinggi.
“Survei Konsumen Bank Indonesia bulan September 2023 juga tetap menunjukkan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat, tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen pada zona optimis (>100) pada level 121,7,” ungkap Destry Damayanti.
Selain itu, dia juga menyebutkan, pertumbuhan investasi optimis tetap terjaga, didorong oleh kelanjutan penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN). Menurut Kementerian Investasi, Indonesia mencatatkan investasi asing sebesar Rp363 triliun (sekitar USD 23 miliar) dan investasi domestik sebesar Rp315 triliun (sekitar USD 20,4 miliar) sepanjang semester pertama tahun 2023. Capaian tersebut masih sejalan dengan tren pemulihan paska COVID, dimana pada tahun 2022, investasi asing dan domestik mencapai USD 80 miliar.
“Kami berkeyakinan bahwa investasi di Sumatera Utara akan terus meningkat. Hal ini mengingat pertumbuhan ekonomi Sumut yang berjalan on track,” ujarnya.
Pada triwulan 2 tahun 2023, lanjutnya, Ekonomi Sumut tumbuh 5,19% (yoy), lebih tinggi dari perekonomian nasional yang tumbuh sebesar 5,17%. Bila dilihat lebih panjang, rata-rata pertumbuhan ekonomi Sumut selama 5 tahun terakhir (2018-2022) juga sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Nasional sebesar 3,3%.
Selain memiliki posisi geografis yang strategis sebagai pusat perdagangan Indonesia wilayah barat, Sumut juga menjadi salah satu provinsi terdepan dalam kesiapan infrastruktur berteknologi tinggi untuk mendukung industri yang berkelanjutan.
“Kualitas SDM di Sumut juga terus menunjukkan perbaikan. Nilai Indeks Pembangunan Manusia tahun 2022 tercatat 72,71; naik 71 bps dibanding tahun sebelumnya. Lebih dari 67% penduduk Sumatera Utara juga adalah para generasi produktif (15-64 tahun),” katanya.
Prospek investasi yang menjanjikan ini terlihat dari realisasi foreign direct investment (FDI) Sumatera Utara pada triwulan III tahun 2023 yang tumbuh 35,44% (yoy) atau sebesar USD 263,85 juta. Pertumbuhan tersebut didukung oleh realisasi investasi di sektor Listrik, Gas, dan Air sebesar USD 90,27 juta dan sektor Industri dan Makanan sebesar USD 55,2 juta.
“Di tengah berbagai ketidakpastian global, kami yakin bahwa investasi di Sumatera Utara belum kehilangan gaungnya, baik kepada investor domestik dan asing,” ujarnya optimis.
Dia menyebutkan, salah satu upaya BI dalam mendorong/mempromosikan investasi adalah dengan membentuk Investment Relations Unit (IRU) baik di dalam maupun luar negeri.
“Khusus terkait investasi yang sifatnya regional, kami memiliki RIRU (Regional Investment Relations Unit) di 14 provinsi, salah satunya di Sumatera Utara ini,” pungkasnya. (R)





