Index Sumut – Data penjualan mobil mengalami penurunan sebesar 17.5% selama bulan April. Data pembuka dari tanah air tersebut justru diikuti dengan kinerja indeks bursa saham yang bergerak sideways di pagi ini.
“Dimana IHSG diperdagangkan di kisaran 7.110. Meskipun IHSG terpantau menguat, namun di 5 menit pertama perdagangan IHSG mengalami tekanan. Sedangkan mata uang rupiah kembali mengalami tekanan ke level 16.125 per US Dolar,” ujar Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin, Selasa (14/5).
Gunawan menyebutkan, sejauh ini penguatan kinerja indeks bursa di tanah air tidak terlepas dari membaiknya kinerja indeks bursa di kawasan Asia. Meskipun pasar sendiri juga tengah menanti pidato Gubernur Bank Sentral AS yang akan disampaikan hari ini.
“IHSG pada hari ini berpeluang ditransaksikan dalam rentang 7.080 hingga 7.120. IHSG berpeluang untuk diperdagangkan di zona merah pada hari ini,” katanya.
Sementara itu, mata uang rupiah kembali mengalami tekanan ke level 16.125 per US Dolar. Kekuatiran adanya kemungkinan dibatalkannya penurunan bunga acuan kembali memuncak.
“Bahkan spekulasi terkait dengan kemungkinan The FED justru akan menaikkan bunga acuan kembali menggema. Ini menjadi kabar yang kurang baik bagi Rupiah dan pasar keuangan secara keseluruhan,” ujarnya.
Di sisi lain, harga emas ditransaksikan menguat di kisaran level $2.343 per ons troy nya. Harga emas sendiri juga masih belum bisa bergerak menguat lebih jauh dan menunggu arah kebijakan bunga acuan.
“Namun, sekalipun nantinya The FED memberikan isyarat yang bernada hawkish. Emas berpeluang mampu bertahan, karena sejauh ini diuntungkan dengan tensi eopolitik yang kembali memanas belakangan ini,” pungkasnya. (R)





