Index Sumut – IHSG yang sempat menguat di awal sesi pembukaan perdagangan berbalik melemah dan ditutup turun 1.1% di level 7.186,04.
“Minimnya sentimen pasar membuat IHSG terkoreksi secara teknikal,” ujar Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin, Selasa (21/5) sore.
Di sisi lain, lanjut Gunawan, mata uang rupiah juga melemah selama sesi perdagangan berlangsung.
“Rupiah ditutup melemah di level 15.990 per US Dolar, setelah sempat melemah dikisaran level 16.030 per US Dolarnya,” ujarnya.
Gunawan menyebutkan, melemahnya IHSG dan Rupiah juga tidak terlepas dari sikap wait and see pelaku pasar jelang penetapan bunga acuan BI pada perdagangan besok, serta antisipasi FOMC minutes pada perdagangan Kamis.
“Pelaku pasar seperti tidak mau mengambil resiko di libur panjang akhir pekan ini. Sehingga lebih memilih untuk keluar terlebih dahulu dari pasar keuangan yang mengakibatkan tekanan pada IHSG,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, memburuknya kinerja bursa di kawasan Asia juga turut memicu pelemahan pada kinerja IHSG. Sejumlah bursa di Asia terpuruk yang dipimpin oleh bursa yang ada di China seperti Shanghai, Hang Seng dan Shenzhen. Di sisi lain, US Dolar juga terpantau mengalami penguatan terhadap sejumlah mata uang yang ada di Asia.
Sama seperti halnya dengan mata uang Rupiah dan IHSG, kinerja harga emas mengalami penurunan di sesi peragangan sore. Harga emas ditransaksikan di kisaran level $2.415 per ons troy nya.
“Sejauh ini, pasar kembali dibayangi dengan kabar negatif terkait dengan penambahan jumlah kasus covid 19 di Singapura. Ditambah lagi, proyeksi kemungkinan terjadinya resesi di sejumlah negara besar, seiring dengan tingginya suku bunga acuan yang tak kunjung turun,” pungkasnya. (R)





