MEDAN, Index Sumut – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah I melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan pada Senin (9/3) guna memantau ketersediaan pasokan serta perkembangan harga bahan pokok selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Sidak dilakukan di Pasar Petisah dan Pasar Sei Sikambing mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah I KPPU, Ridho Pamungkas, serta melibatkan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Dari unsur pemerintah daerah, kegiatan ini turut dihadiri oleh Pelaksana Harian Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Sumatera Utara, Yosi, sementara dari unsur kepolisian diwakili oleh Panit Subindag Satgas Pangan Polda Sumut, EP Barus.
Pemantauan dilakukan terhadap berbagai komoditas pangan strategis, antara lain beras, telur ayam, daging ayam, daging sapi, cabai, bawang, gula, serta minyak goreng. Berdasarkan hasil survei di beberapa titik pasar, ketersediaan bahan pokok secara umum masih dalam kondisi aman, meskipun sejumlah komoditas menunjukkan pergerakan harga yang bervariasi.
Dari hasil pemantauan lapangan, harga daging ayam ras tercatat mengalami penurunan dibandingkan beberapa waktu sebelumnya, meskipun masih berada di atas harga acuan pemerintah. Berdasarkan survei di Pasar Petisah dan Pasar Sei Sikambing, harga ayam berada pada kisaran Rp43.000 hingga Rp45.000 per kilogram, sementara harga acuan pemerintah berada di kisaran Rp40.000 per kilogram.
Penurunan harga ini diduga berkaitan dengan menurunnya permintaan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan, seiring dengan berkurangnya aktivitas konsumsi makanan pada siang hari oleh anak sekolah yang menjalankan ibadah puasa.
Berbeda dengan komoditas protein hewani, sejumlah komoditas hortikultura justru menunjukkan tren penurunan harga di pasar tradisional. Harga cabai merah tercatat berkisar Rp24.000–Rp28.000 per kilogram, cabai rawit sekitar Rp28.000–Rp30.000 per kilogram, sementara bawang merah berada pada kisaran Rp28.000–Rp36.000 per kilogram dan bawang putih sekitar Rp30.000–Rp37.000 per kilogram.
Penurunan harga ini dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan yang relatif mencukupi di pasar serta pola konsumsi masyarakat selama Ramadan yang cenderung stabil. Meski demikian, pedagang menyebutkan bahwa harga komoditas hortikultura masih berpotensi mengalami fluktuasi menjelang Hari Raya Idulfitri, seiring dinamika pasokan dari daerah sentra produksi.
Tim juga menemukan bahwa minyak goreng bersubsidi Minyakita masih dijual dengan harga yang bervariasi di tingkat pedagang. Pedagang yang memperoleh pasokan langsung dari Bulog dapat menjual pada kisaran Rp15.700 hingga Rp16.000 per liter, mendekati harga eceran tertinggi (HET). Sementara itu, pedagang yang tidak memperoleh pasokan dari jalur tersebut menjual dengan harga lebih tinggi, yakni sekitar Rp17.000 hingga Rp18.000 per liter.
Kepala Kantor Wilayah I KPPU, Ridho Pamungkas, menegaskan bahwa secara umum kondisi pasar masih relatif terkendali dan tidak ditemukan indikasi gangguan pasokan yang signifikan.
“Secara umum ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional masih aman dan harga relatif terkendali. Beberapa komoditas bahkan mengalami penurunan harga, khususnya cabai dan sejumlah produk hortikultura. Namun kami tetap memantau komoditas seperti ayam dan minyak goreng yang masih berada di atas harga acuan,” ujar Ridho.
Ridho juga mengimbau para pelaku usaha untuk mematuhi ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah, khususnya untuk komoditas yang memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Pemerintah (HAP).
“Kami mengingatkan para pedagang agar menjual komoditas sesuai dengan ketentuan harga yang berlaku. Stabilitas harga sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama selama bulan Ramadan,” tambahnya.
Pelaksana Harian Kepala Disperindag ESDM Sumatera Utara, Yosi, menambahkan bahwa pemerintah provinsi juga membuka Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.
Untuk komoditas ayam beku, Disperindag bekerja sama dengan produsen untuk menyediakan ayam beku dengan harga Rp40.000 per kilogram. Selain itu, Disperindag juga bekerja sama dengan Bank Indonesia dalam program promosi pembayaran digital.
“Jika masyarakat membeli ayam satu kilogram menggunakan QRIS, konsumen akan mendapatkan bonus 10 butir telur,” ujar Yosi.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Subdirektorat Industri dan Perdagangan Polda Sumatera Utara juga menyatakan akan terus berkoordinasi guna memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar menjelang Lebaran.
“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu melakukan panic buying. Dari hasil sidak, kondisi stok dan harga masih relatif aman. Secara tahunan, kenaikan harga yang signifikan biasanya baru terjadi sekitar H-3 Lebaran,” ujar Panit Subindag Polda Sumut, EP Barus.
KPPU Kanwil I akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Satgas Pangan untuk memastikan distribusi berjalan lancar, pasokan tetap terjaga, serta tidak terjadi praktik persaingan usaha tidak sehat yang dapat merugikan masyarakat. (R)





