BATU BARA, Index Sumut – Dalam rangka mendukung ketahanan pangan, Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan melaksanakan gerakan tanam serentak yang dilaksanakan di Desa Pematang Cekering, Kecamatan Medang Deras, Kabupatan Batu Bara, Sumut, Kamis (3/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan tanam serempak 50.000 ha yang dilaksanakan di 25 provinsi di Indonesia. Kegiatan tanam dipusatkan di Sumatera Barat yang dihadiri oleh Kepala Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDM), Idha Widi Arsanti.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa percepatan tanam serentak menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas produksi nasional di tengah tantangan global dan iklim.
Percepatan tanam tersebut dilakukan untuk memastikan proses tanam berjalan serentak di berbagai wilayah, sehingga produksi tetap terjaga dan kebutuhan pangan nasional dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Suwandi yang mewakili Menteri Pertanian menekankan pentingnya percepatan tanam sebagai langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong peningkatan produksi pertanian, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan kondisi cuaca yang tidak menentu,” ujarnya.
Selanjutnya, Kepala Badan turut memberikan arahan yang menitikberatkan pada penguatan kelembagaan petani, optimalisasi pemanfaatan lahan, serta peningkatan efektivitas pendampingan di lapangan oleh seluruh jajaran terkait.
“Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat di lapangan. Penyuluh bersama petani menjadi kunci untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan memberikan hasil optimal,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi antara kepala daerah dan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian terkait kondisi pertanian di daerah. Dalam diskusi tersebut dibahas berbagai isu strategis, antara lain kebutuhan sarana dan prasarana bagi petani dalam menghadapi musim kemarau, serta upaya rehabilitasi lahan sawah di wilayah yang terdampak bencana. Diskusi ini menjadi langkah penting dalam merumuskan strategi menjaga keberlanjutan produksi pertanian daerah.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin mengatakan bahwa keberhasilan gerakan tanam serempak tidak terlepas dari kuatnya kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, TNI/Polri, penyuluh, serta petani menjadi kunci utama dalam percepatan luas tambah tanam dan optimalisasi lahan pertanian.
Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap mengatakan, gerakan tanam serempak bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh lahan yang telah diolah dapat segera ditanami dan produktif. Kolaborasi ini juga memperkuat pendampingan di lapangan sehingga berbagai kendala teknis dapat diselesaikan secara cepat dan terintegrasi.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan penanaman padi secara serentak menggunakan rice transplanter yang melibatkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Batu Bara, Camat Medang Deras, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Ketua Tim Kerja (Katimker), serta kelompok tani setempat.
Penanaman ini menjadi simbol dimulainya gerakan tanam serentak sekaligus wujud nyata sinergi antara pemerintah dan petani dalam mendukung peningkatan produksi pertanian nasional.(R)





