JAKARTA, Index Sumut – Pasar keuangan domestik menunjukkan penguatan pada awal perdagangan hari ini, Kamis (7/5), seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap konflik geopolitik di Timur Tengah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat, diikuti penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pengamat Ekonomi dan Keuangan Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan, pasar global saat ini masih merespons positif peluang deeskalasi konflik antara AS dan Iran meskipun tensi geopolitik belum sepenuhnya mereda.

“Hingga saat ini pasar melihat masih adanya ruang negosiasi damai. Walaupun AS sempat mengeluarkan ancaman terhadap Iran, pelaku pasar tetap berharap proses diplomasi dapat menekan eskalasi konflik lebih lanjut,” ujar Gunawan, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan, harga emas dunia saat ini masih bertahan tinggi di kisaran US$4.716 per ons troy. Dalam perdagangan domestik, harga emas jika dikonversikan ke rupiah berada di kisaran Rp2,6 juta per gram.

Menurutnya, tingginya harga emas menunjukkan bahwa pelaku pasar global masih menempatkan aset safe haven sebagai pilihan utama di tengah ketidakpastian geopolitik dunia.

Sementara itu, harga minyak mentah dunia bergerak relatif stabil pada rentang US$95 hingga US$101 per barel. Stabilnya harga minyak dipicu oleh respons positif pasar terhadap pembicaraan damai yang dimediasi Pakistan.

“Meski demikian, pasar belum sepenuhnya nyaman. Investor masih menunggu realisasi kesepakatan damai yang konkret sebelum mengambil keputusan investasi yang lebih agresif,” katanya.

Di pasar domestik, IHSG pada sesi pembukaan perdagangan pagi tercatat menguat ke level 7.160. Penguatan mayoritas bursa saham Asia turut menjadi sentimen positif bagi pasar saham Indonesia.

Tidak hanya itu, nilai tukar rupiah juga mengalami penguatan ke level Rp17.380 per dolar AS. Penguatan rupiah didukung oleh pelemahan indeks dolar AS atau USD Index yang turun ke level 97,96.

Gunawan menilai, apabila perkembangan negosiasi damai antara Iran dan AS terus menunjukkan kemajuan, maka tren positif pada IHSG maupun rupiah masih berpotensi berlanjut hingga penutupan perdagangan.

“Sentimen pasar saat ini sangat dipengaruhi perkembangan geopolitik. Jika tensi terus menurun, maka investor akan kembali masuk ke pasar emerging market seperti Indonesia,” pungkasnya. (R)

Share: