MEDAN, Index Sumut – Sektor perkebunan kelapa sawit sebagai tulang punggung perekonomian nasional terus diperkuat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Sebanyak 91 tenaga kerja yang terdiri dari Mandor Panen dan Mandor Pemeliharaan Kebun dari PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) mengikuti kegiatan Sertifikasi Kompetensi yang digelar di LPP Agro Nusantara, Kampus ITSI Medan Pancing, pada 18–19 Mei 2026.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tempat Uji Kompetensi (TUK) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan bekerja sama dengan Lembaga Penilaian Profesi (LPP) PT Perkebunan Nusantara III, di bawah skema sertifikasi yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

Dari total peserta yang mengikuti uji kompetensi, sebanyak 58 orang mengambil skema Mandor Panen, dan 33 orang lainnya mengikuti skema Mandor Pemeliharaan Kebun. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh tenaga pengawas lapangan memiliki kemampuan sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), sekaligus menjadi syarat utama peningkatan karier dan legalitas profesi di industri perkebunan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam sambutannya yang disampaikan secara tertulis menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi adalah langkah mutlak untuk menjaga daya saing sawit Indonesia di pasar global.

“Kelapa sawit adalah kebanggaan bangsa, dan masa depannya ada di tangan para tenaga ahli yang kompeten. Sertifikasi ini bukan sekadar kertas, melainkan jaminan mutu bahwa mandor kita mampu bekerja dengan standar nasional yang tinggi, meningkatkan produktivitas, menjaga kesehatan tanaman, dan menjaga kelestarian lingkungan. Kementerian Pertanian terus mendorong agar setiap insan di industri ini memiliki bukti kompetensi yang sah dan diakui,” tegas Andi Amran Sulaiman.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyambut baik kolaborasi strategis antara lembaga pendidikan vokasi dan perusahaan BUMN perkebunan ini.

“Kerja sama antara Polbangtan Medan dengan PTPN III dan IV ini adalah bentuk nyata sinergi ‘Link and Match’ antara dunia pendidikan dan dunia industri. Kami ingin lulusan dan tenaga kerja pertanian kita tidak hanya banyak, tetapi juga berkualitas dan tersertifikasi. Dengan adanya standar yang seragam, kita bisa menjamin bahwa setiap proses di kebun, mulai dari pemeliharaan hingga panen, dilakukan secara profesional dan efisien,” ungkap Idha Widi Arsanti.

Pelaksanaan uji kompetensi ini mencakup pengujian di tiga aspek utama, yaitu pengetahuan, keterampilan teknis, dan sikap kerja yang disesuaikan dengan SKKNI. Peserta diuji kemampuannya dalam menerapkan teknik pemeliharaan tanaman yang tepat, menjaga kesehatan kebun, hingga teknik pemanenan yang benar untuk meminimalkan kerusakan buah dan meningkatkan mutu hasil panen.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memenuhi kebutuhan industri akan tenaga kerja yang kompeten dan bersertifikat resmi.

“Industri sawit saat ini membutuhkan tenaga pengawas yang tidak hanya kuat fisik, tetapi juga kuat pengetahuan dan pemahaman teknis. Melalui sertifikasi ini, kita memastikan setiap mandor memahami standar operasional yang benar, sehingga berdampak langsung pada naiknya produktivitas kebun dan mutu buah yang dihasilkan. Ini juga menjadi syarat mutlak bagi pengembangan karier mereka ke jenjang yang lebih tinggi,” papar Muhammad Amin.

Sebagai penyelenggara teknis, Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap, menyatakan kesiapan pihaknya sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) untuk terus mendukung pengembangan SDM pertanian di wilayah Sumatera Utara.

“Polbangtan Medan hadir sebagai mitra strategis industri. Kami berkomitmen memfasilitasi proses penilaian kompetensi ini secara objektif, transparan, dan sesuai standar yang ditetapkan. Keberhasilan 91 peserta dalam mengikuti ujian ini diharapkan dapat melahirkan mandor-mandor handal yang menjadi tulang punggung operasional PTPN IV, serta menjadi bukti nyata kontribusi pendidikan vokasi dalam memajukan pertanian nasional,” ujar Nurliana Harahap.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diharapkan dapat melahirkan tenaga kerja bersertifikat yang siap menjawab tantangan industri sawit modern, yang tidak hanya mengutamakan keuntungan, tetapi juga keberlanjutan dan standar mutu yang tinggi. (R)

Share: