MEDAN, Index Sumut – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan melaksanakan kegiatan pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa pada tanggal 21 s.d. 24 Mei 2026 dan dilanjutkan pada 26 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia pertanian, khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit, agar mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta juga melaksanakan mock audit di Kebun Adolina PTPN IV Regional II pada 25 Mei 2026. Kegiatan ini memberikan pengalaman praktik langsung kepada mahasiswa dalam memahami proses audit dan implementasi standar perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.

Manager Kebun Adolina, Dennis Nichova, menyampaikan bahwa permintaan crude palm oil (CPO) saat ini masih sangat tinggi dan Indonesia memiliki sumber daya yang besar untuk mengelola sektor tersebut secara optimal.

“Peluang bagi mahasiswa untuk berkarir dan hidup di lingkungan perkebunan sangat besar. Jangan takut untuk tinggal di kebun terpencil karena itu merupakan bagian dari perjalanan karir dan proses pembelajaran yang akan membentuk pengalaman serta profesionalisme,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan ini sesuai dengan arahan dari Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yang menegaskan bahwa kegiatan sertifikasi ISPO bagi mahasiswa Polbangtan merupakan langkah strategis dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang profesional, kompeten, dan siap menghadapi tantangan industri kelapa sawit berkelanjutan.

Melalui sertifikasi ini, mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman terhadap standar keberlanjutan perkebunan sawit sesuai ketentuan nasional dan internasional.

“Kegiatan sertifikasi ISPO bagi mahasiswa Polbangtan merupakan langkah strategis dalam menyiapkan SDM pertanian dan perkebunan yang profesional, kompeten, serta memahami prinsip keberlanjutan sesuai standar industri sawit nasional. BPPSDMP terus mendorong lulusan vokasi pertanian tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sertifikasi kompetensi yang diakui sehingga siap terjun ke dunia kerja dan mendukung penguatan tata kelola sawit berkelanjutan di Indonesia,” tambah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

Begitu juga yang disampaikan oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin yang mengatakan, kegiatan sertifikasi ISPO bagi mahasiswa Polbangtan merupakan langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang kompeten, profesional, dan memahami prinsip keberlanjutan perkebunan kelapa sawit.

Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap menyampaikan bahwa kegiatan sertifikasi ISPO bagi mahasiswa merupakan langkah strategis dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan industri perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Sertifikasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga kompetensi sesuai standar industri yang dibutuhkan dunia kerja saat ini.

“Melalui sertifikasi ISPO, mahasiswa Polbangtan Medan diharapkan mampu menjadi generasi muda pertanian yang memahami prinsip keberlanjutan, tata kelola perkebunan yang baik, serta memiliki daya saing tinggi di sektor perkebunan sawit nasional maupun global,” ujar Nurliana.

Kegiatan ini juga didukung oleh berbagai pihak dari Kebun Adolina PTPN IV Regional II, di antaranya Niko Jeksen Sinulingga selaku Masinis Kepala Operasional PKS, Muhammad Kevin sebagai Asisten Kepala Tanaman, serta Junaidi Abdillah sebagai Asisten Personalia.

Sementara itu, dari Polbangtan Medan hadir Silvia Nora selaku Ketua Unit Penjaminan Mutu (UPM) sekaligus Ketua Panitia Sertifikasi yang mengoordinasikan seluruh rangkaian kegiatan pelatihan dan sertifikasi.

Melalui kegiatan ini, Polbangtan Medan berharap mahasiswa memiliki kompetensi teknis dan pemahaman lapangan yang kuat sehingga siap menjadi SDM pertanian profesional dalam mendukung pengembangan industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan.(R)

Share: