YOGYAKARTA, Index Sumut – Keramaian Pasar Sunday Morning (Sunmor) Universitas Gadjah Mada (UGM) setiap akhir pekan menjadi ladang rezeki bagi banyak pelaku usaha. Salah satunya adalah Endah (55), yang menawarkan udang segar hasil budidaya tambaknya sendiri serta aneka ikan dan ayam marinasi kepada para pengunjung.
Berbekal pengalaman puluhan tahun di sektor perikanan, Endah memanfaatkan Sunmor UGM untuk menjual langsung hasil usahanya kepada konsumen. Udang yang dipasarkan berasal dari tambak miliknya di Purworejo, Jawa Tengah, dan Lampung, sehingga kualitas serta kesegarannya dapat terjaga.
“Kok harganya masih, nggak ikut naik turun-naik turun. Saya karena tambak sendiri, saya bisa mengatur,” kata Endah saat ada pembeli yang bertanya tentang harga udangnya yang stabil, dikutip dari liputan6.com, Minggu (31/5/2026).
Keunggulan memiliki tambak sendiri membuat Endah mampu menjaga stabilitas harga meski kondisi pasar sering berfluktuasi. Ia menjual udang dalam berbagai ukuran, mulai dari kecil hingga jumbo, dengan kemasan setengah kilogram yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp80 ribu per kemasan, tergantung ukuran udang. Kemasan praktis tersebut banyak diminati mahasiswa maupun ibu rumah tangga yang tidak membutuhkan stok dalam jumlah besar.
Sebelum membuka lapak di Sunmor UGM, Endah lebih fokus pada distribusi udang dalam jumlah besar ke berbagai daerah. Produk tambaknya rutin dikirim ke Jakarta, Cirebon, Semarang, dan sejumlah kota lainnya untuk memenuhi permintaan pabrik maupun pembeli skala besar.
Namun peluang baru muncul ketika seorang kerabat menyarankan dirinya membuka lapak di Sunmor UGM. Melihat potensi pasar yang besar, Endah akhirnya mencoba peruntungan di pasar mingguan tersebut sekitar tiga hingga empat bulan lalu.
“Terus karena saya tertarik di sini kan. Liat Sanmor ada prospek juga sih, terus saya buka ini ya kurang lebih ya 3-4 bulanan,” cerita Endah.
Keputusan tersebut terbukti tepat. Meski tergolong pendatang baru di Sunmor, Endah mengaku sudah memiliki sejumlah pelanggan tetap yang rutin datang setiap pekan untuk membeli udang segar maupun produk marinasi yang dijualnya.
“Saya pelanggan lumayan. Ada beberapa orang. Ini tadi ada ibu dari Concat. Hampir tiap minggu, jadi tahu,” kata Endah.
Untuk menjaga kualitas produk, udang dari tambaknya di Purworejo dikirim sehari sebelum hari penjualan. Sementara produk marinasi telah dipersiapkan lebih awal dengan berbagai pilihan, mulai dari ayam, lele, cakalang, kembung hingga nila.
Tidak hanya mengandalkan udang, Endah juga memperluas variasi produk yang dijual agar mampu menjangkau lebih banyak pelanggan.
“Dulu saya distribusi saja, enggak saya eceran kaya gini. Enaknya gini kan macem-macem usahanya, enggak cuma udang aja, ikan. Ikan dari pelelangan, kambing dari pelelangan. Ada agen-agennya kan,” cerita Endah bahwa dulu sebelum jualan di Sunmor hanya fokus pada pendistribusian.
Perjalanan bisnis Endah di bidang tambak telah berlangsung cukup lama. Ia mengaku mulai berkecimpung di usaha tambak udang di Lampung sejak tahun 2000. Sementara tambak di Purworejo mulai dibangun pada 2015 dan kini memiliki sekitar delapan petak tambak.
“Saya itu cuma tambak, Mbak. Dari 2015 (tambak di Purworejo),” jelas Endah saat bercerita bahwa sebelum buka lapak di Sunmor, hanya fokus di tambak udang saja.
“Saya dulu di Lampung, Mbak dari tahun 2000,” kata Endah.
Memiliki tambak di dua wilayah berbeda membuat Endah harus rutin bolak-balik antara Lampung dan Purworejo. Meski demikian, operasional tambak tetap berjalan dengan bantuan para pekerja yang mengelola lokasi saat dirinya berada di daerah lain.
Perempuan asal Surabaya yang kini menetap di Yogyakarta karena mengikuti sang suami itu juga melayani pemesanan dengan sistem antar untuk jumlah pembelian tertentu.
Respons pelanggan terhadap produk yang dijualnya pun cukup positif. Selain kualitas udang yang segar, produk marinasi siap masak menjadi salah satu favorit pembeli karena dinilai praktis dan memiliki cita rasa yang pas.
“Kadang mereka, enak sudah pas rasanya. Saya tanya, rasanya gimana, kebetulan yang kemarin langsung bilang enak, pas ini tinggal goreng,” cerita Endah saat pelanggan memberi testimoni saat membeli ikan marinasi.
Dengan menggabungkan hasil budidaya tambak sendiri dan strategi penjualan langsung kepada konsumen, Endah berhasil membuka pasar baru yang menjanjikan. Dari tambak di Purworejo dan Lampung, kini produknya hadir langsung di tengah keramaian Sunmor UGM, menjangkau pelanggan yang menginginkan produk segar, praktis, dan terjangkau. (lip6)





