MEDAN, Index Sumut – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan menggelar kegiatan besar Kuliah Umum yang diikuti oleh 319 mahasiswa, yang terdiri dari 184 mahasiswa tingkat akhir dan 135 mahasiswa binaan Program Beasiswa Pendidikan Pertanian (BPDP).
Kegiatan yang dilaksanakan secara luring di kampus Polbangtan Medan ini menghadirkan dua narasumber berkualifikasi internasional, yaitu Prof. Sudrajat, Guru Besar IPB University, dan Bayley Maidwell, pakar pertanian dari Delphy, Belanda. Acara ini menjadi bukti nyata komitmen pendidikan pertanian dalam mencetak generasi petani masa depan yang tidak hanya terampil, tetapi juga menguasai teknologi dan prinsip keberlanjutan.
Kuliah umum ini mengangkat dua tema strategis yang sangat relevan dengan tantangan dan peluang pertanian masa depan di Indonesia. Pemaparan pertama disampaikan oleh natasumber asing, Bayley Maidwell, seorang ahli pertanian berpengalaman dari Delphy, Belanda, yang membawa materi bertajuk “Advancing Sustainable Agriculture in the Era of Climate Change” (Memajukan Pertanian Berkelanjutan di Era Perubahan Iklim).
Berbekal pengalamannya di berbagai negara Afrika dan keahlian di bidang manajemen agronomi serta pertanian regeneratif, Bayley menjelaskan pentingnya penerapan Solusi Berbasis Alam (Nature-Based Solutions) dan Pertanian Cerdas Iklim (Climate-Smart Agriculture/CSA).
Ia memaparkan studi kasus penerapan pertanian berkelanjutan di Dataran Tinggi Kigezi, Uganda, di mana integrasi praktik pertanian yang baik dengan teknik konservasi tanah dan air terbukti mampu meningkatkan kelembapan tanah hingga 39 persen, menurunkan erosi, serta melestarikan keanekaragaman hayati.
Menurutnya, tantangan perubahan iklim menuntut pergeseran cara bertani dari sekadar produktif menjadi sistem yang tangguh, ramah lingkungan, dan mampu memulihkan kesuburan tanah secara alami.
Sesi berikutnya menghadirkan narasumber Prof. Sudrajat dengan judul “Precipalm: Sistem Pendukung Keputusan Kebutuhan Pupuk Kelapa Sawit Berbasis Pertanian Presisi”.
Dalam materinya, Prof. Sudrajat memperkenalkan inovasi teknologi unggulan karya anak bangsa, yaitu PreciPalm—sebuah sistem rekomendasi pemupukan cerdas yang dikembangkan berdasarkan citra satelit Sentinel-1A dan Sentinel-2A, serta didukung kecerdasan buatan (Machine Learning).
Teknologi ini mampu memetakan status nutrisi tanaman kelapa sawit secara nyata dan akurat hingga mencapai tingkat ketepatan di atas 93 persen.
Melalui PreciPalm, petani dapat mengetahui kebutuhan pupuk yang pas, tepat dosis, dan tepat waktu, sehingga mengurangi pemborosan biaya, menekan dampak lingkungan, serta meningkatkan produktivitas lahan sawit yang saat ini telah mencapai luas 16,8 juta hektar dengan produksi 46,8 juta ton (data tahun 2023). HAKI teknologi ini telah tercatat secara resmi dan telah diterapkan di lebih dari 26.000 hektar lahan perkebunan di Indonesia, baik milik negara, swasta, maupun rakyat.
Dalam kesempatan ini, Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan kuliah umum ini. Menurutnya, kolaborasi antara keahlian lokal dan pengetahuan internasional adalah kunci kemajuan pertanian nasional.
“Indonesia adalah negara agraris dan kekayaan alam kita adalah anugerah, namun tantangan masa depan menuntut kita bekerja lebih cerdas. Inovasi seperti PreciPalm dan konsep pertanian berkelanjutan yang dibawa mitra internasional adalah bukti bahwa kita mampu bersaing dan memimpin. Saya berpesan kepada seluruh mahasiswa, jadilah agen perubahan yang menguasai teknologi dan menjaga kelestarian lingkungan, karena masa depan pangan bangsa ada di tangan kalian,” tegas Andi Amran Sulaiman.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi pembangunan SDM pertanian yang unggul dan kompeten.
“Kami ingin memastikan setiap lulusan Polbangtan tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menjadi pemimpin dan inovator. Menghadirkan pakar dari dalam dan luar negeri adalah cara kami membuka wawasan mahasiswa, bahwa ilmu pertanian itu luas, maju, dan sangat strategis. Pertanian presisi dan pertanian berkelanjutan adalah dua pilar utama yang harus dikuasai generasi muda untuk memajukan industri pertanian kita,” ujar Idha Widi Arsanti.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin, menambahkan bahwa kurikulum pendidikan pertanian harus terus diperbarui agar selaras dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri.
“Pendidikan pertanian tidak boleh berjalan di tempat. Kolaborasi dengan pakar IPB University dan lembaga internasional seperti Delphy menunjukkan keseriusan kita mencetak lulusan yang adaptif. Mahasiswa harus memahami bahwa kelapa sawit bukan hanya komoditas andalan, tetapi juga sektor yang harus dikelola dengan teknologi tinggi dan prinsip keberlanjutan agar tetap berdaya saing global dan ramah lingkungan,” jelas Muhammad Amin.
Di akhir acara, Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas antusiasme mahasiswa serta terselenggaranya kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Ia menegaskan bahwa Polbangtan Medan akan terus menjadi garda terdepan dalam penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian.
“Kami berharap materi yang disampaikan Prof. Sudrajat dan Bapak Bayley Maidwell dapat menjadi bekal berharga bagi 319 mahasiswa kami. Teknologi PreciPalm dan konsep pertanian berkelanjutan adalah dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Dengan ilmu ini, kami yakin lulusan Polbangtan Medan akan mampu menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus meningkatkan nilai tambah produk pertanian Indonesia, khususnya kelapa sawit, menuju pertanian 4.0 yang maju dan mandiri,” pungkas Nurliana Harahap.
Kuliah umum ini berlangsung interaktif, di mana para mahasiswa aktif bertanya dan berdiskusi mendalam mengenai penerapan teknologi hingga peluang kerja sama internasional di bidang pertanian. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Polbangtan Medan terus berkomitmen mencetak SDM pertanian yang handal, profesional, dan berwawasan global. (R)





