JAKARTA,  Index Sumut – Kabar terbaru datang dari Mitsubishi Motors. Pabrikan asal Jepang itu mengonfirmasi tengah menyiapkan generasi baru dari model andalannya, Xpander, sebagai bagian dari strategi pengembangan produk hingga 2030.

Informasi tersebut terungkap dalam presentasi visi jangka menengah dan panjang Mitsubishi periode 2026-2030 yang dipaparkan pada 29 Mei 2026. Dalam dokumen tersebut, Mitsubishi berencana meluncurkan 13 model baru secara global sepanjang tahun fiskal 2026 hingga 2030.

Dari total model yang disiapkan, lima di antaranya merupakan kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV), sementara lima model lainnya berbasis Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), menegaskan komitmen perusahaan terhadap elektrifikasi.

Menariknya, salah satu model yang tercantum dalam peta produk tersebut adalah New Xpander, yang mengindikasikan kehadiran generasi terbaru dari Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) populer tersebut. Namun, Mitsubishi belum mengungkap jadwal peluncuran maupun spesifikasi yang akan dibawa oleh model anyar tersebut.

Xpander sendiri memiliki sejarah khusus bagi Indonesia. Saat pertama kali diperkenalkan pada 2017, model ini debut global di Indonesia sebelum dipasarkan ke berbagai negara lainnya dan berhasil menjadi salah satu tulang punggung penjualan Mitsubishi di kawasan ASEAN.

Indonesia Tak Masuk Prioritas Utama

Meski Xpander lahir dan berkembang kuat di pasar Indonesia, nama Indonesia justru tidak tercantum dalam daftar negara prioritas yang menjadi fokus pertumbuhan Mitsubishi dalam beberapa tahun mendatang.

Perusahaan menyebut tiga negara yang menjadi fokus utama strategi bisnisnya saat ini, yakni Filipina, Vietnam, dan Jepang.

Dalam dokumen strateginya, Mitsubishi menetapkan empat target utama hingga 2030, yaitu:
Mendorong pertumbuhan signifikan di Vietnam dan Filipina melalui peluncuran model baru untuk pasar ASEAN.
Meningkatkan profitabilitas di Thailand lewat peluncuran kendaraan hybrid baru di tengah persaingan ketat dengan produsen otomotif China.
Menjaga pertumbuhan bisnis dan keuntungan selama lima tahun berturut-turut dengan mengandalkan produk khas Mitsubishi seperti Delica Mini dan Mitsubishi Triton.
Mengurangi risiko bisnis terkait pasar China.

Persaingan Mobil China Jadi Tantangan

Mitsubishi mengakui industri otomotif saat ini menghadapi tekanan yang semakin besar. Persaingan dari produsen kendaraan asal China disebut menjadi salah satu tantangan utama yang berdampak pada penurunan volume penjualan dan pendapatan di sejumlah pasar penting.

Indonesia, Thailand, dan Australia termasuk negara yang disebut mengalami tekanan akibat kompetisi yang semakin ketat. Selain itu, faktor stabilitas politik serta perubahan regulasi lingkungan hidup yang kerap terjadi juga menjadi tantangan dalam menentukan jadwal peluncuran model-model baru.

Meski Indonesia tidak masuk dalam daftar prioritas utama, kehadiran generasi baru Xpander tetap menjadi kabar penting bagi pasar otomotif nasional. Mengingat model ini masih menjadi salah satu kontributor penjualan terbesar Mitsubishi di Tanah Air, peluncuran New Xpander diperkirakan akan menjadi salah satu agenda strategis perusahaan dalam mempertahankan eksistensinya di segmen MPV yang kini semakin kompetitif. (cnni)

Share: