PANGKALPINANG, Index Sumut – Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Bangka Belitung kembali membuktikan kemampuannya bersaing di pasar internasional. PT Central Charcoal Babelindo (CCB), UMKM binaan Bea Cukai Pangkalpinang, kembali mengekspor daun ketapang kering ke Amerika Serikat pada 25 Mei 2026.
Melansir Republika, Kamis (4/6), dalam pengiriman terbaru tersebut, perusahaan mengekspor sebanyak 290 boks daun ketapang kering dengan total berat bruto mencapai 763 kilogram. Ekspor berkelanjutan ini menjadi bukti tingginya permintaan pasar global terhadap produk alami asal Indonesia yang memiliki nilai manfaat khusus.
Daun ketapang kering selama ini dikenal luas di kalangan penghobi dan pelaku usaha ikan hias karena memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin. Kandungan tersebut dipercaya mampu membantu menstabilkan pH air sekaligus berfungsi sebagai antibiotik alami yang mendukung kesehatan ikan hias.
Keunggulan tersebut membuat daun ketapang menjadi salah satu komoditas niche yang memiliki pasar tersendiri di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat yang menjadi tujuan ekspor utama produk UMKM asal Bangka Belitung tersebut.
Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Pangkalpinang, Syarifudin, menilai keberhasilan ekspor yang dilakukan secara berkelanjutan tersebut menunjukkan bahwa pelaku UMKM daerah memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar internasional.
“CCB merupakan salah satu bukti nyata UMKM bisa memasarkan produknya ke mancanegara secara kontinu,” ujar Syarifudin dalam keterangan, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, keberhasilan menembus pasar ekspor tidak terjadi secara instan. Konsistensi dalam menjaga kualitas produk, kemampuan membaca peluang pasar, serta upaya membangun hubungan jangka panjang dengan mitra bisnis luar negeri menjadi faktor penting yang mendukung keberhasilan tersebut.
Selain itu, dukungan pemerintah melalui berbagai program pendampingan juga menjadi salah satu pendorong meningkatnya daya saing UMKM di pasar global.
Syarifudin menegaskan Bea Cukai Pangkalpinang akan terus mendukung pelaku usaha yang ingin memperluas pasar ekspor melalui berbagai layanan konsultasi dan asistensi.
Salah satu program yang terus dikembangkan adalah Klinik Ekspor, yakni layanan pendampingan gratis bagi pelaku usaha yang ingin memulai maupun meningkatkan aktivitas ekspornya.
Melalui program tersebut, pelaku usaha dapat memperoleh edukasi terkait prosedur ekspor, pendampingan pengurusan perizinan, penyelesaian kendala logistik, hingga informasi mengenai berbagai fasilitas kepabeanan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing produk.
Keberhasilan PT Central Charcoal Babelindo menembus pasar Amerika Serikat menjadi contoh bahwa komoditas lokal yang selama ini dianggap sederhana ternyata memiliki nilai ekonomi tinggi apabila dikelola dengan baik dan dipasarkan secara tepat. Di tengah upaya pemerintah mendorong ekspor nonmigas, capaian ini sekaligus menunjukkan bahwa UMKM daerah mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan sumber devisa baru bagi Indonesia. (Rep)





