JAKARTA, Index Sumut – WhatsApp terus memperkuat fitur privasi penggunanya. Aplikasi perpesanan milik Meta itu kini mulai menggulirkan fitur Close Friends yang memungkinkan pengguna membagikan Status hanya kepada orang-orang tertentu, mirip dengan fitur yang sudah lama populer di Instagram.

Berdasarkan laporan WABetaInfo, fitur tersebut mulai tersedia pada WhatsApp Beta untuk Android versi 2.26.19.11 dan WhatsApp Beta untuk iOS versi 26.19.10.72. Saat ini, fitur masih diuji secara terbatas kepada sebagian pengguna sebelum diluncurkan lebih luas dalam beberapa bulan ke depan.

Melalui pembaruan terbaru, pengguna dapat membuat daftar khusus yang berisi kontak-kontak pilihan untuk melihat Status yang dibagikan. Dengan sistem ini, pengguna memiliki kendali lebih besar atas siapa saja yang dapat melihat unggahan mereka.

Fitur Close Friends terintegrasi langsung dengan pengaturan privasi Status yang sudah ada. Pengguna bebas menambah atau menghapus kontak dari daftar kapan saja, dan perubahan tersebut akan langsung berlaku untuk unggahan berikutnya.

Menariknya, WhatsApp tidak akan mengirim notifikasi kepada kontak yang ditambahkan maupun dihapus dari daftar tersebut. Langkah ini dinilai dapat menjaga privasi pengguna sekaligus menghindari potensi ketidaknyamanan antar kontak.

Tak hanya itu, WhatsApp juga menghadirkan kemampuan untuk membuat beberapa daftar audiens berbeda sesuai kebutuhan. Pengguna dapat membuat kelompok khusus untuk keluarga, rekan kerja, teman dekat, hingga komunitas akademik.

Setiap daftar dapat diberi nama dan emoji agar lebih mudah dikenali. Secara bawaan, WhatsApp menggunakan emoji bintang sebagai simbol daftar Close Friends. Penerima Status juga dapat melihat nama serta emoji daftar yang digunakan oleh pengunggah.

Untuk membedakan unggahan yang bersifat terbatas, WhatsApp memberikan tanda khusus berupa lingkaran berwarna ungu pada indikator Status. Penanda tersebut akan muncul baik di daftar percakapan maupun pada tab Updates, sehingga pengguna dapat langsung mengetahui bahwa Status tersebut hanya dibagikan kepada kelompok tertentu.

Meta Perluas AI untuk Bisnis di WhatsApp

Selain menghadirkan fitur Close Friends, Meta juga mengumumkan perluasan layanan kecerdasan buatan (AI) untuk sektor bisnis melalui WhatsApp.

Perusahaan resmi meluncurkan Meta Business Agent secara global setelah hampir dua tahun menjalani tahap pengujian di sejumlah negara. Teknologi ini dirancang untuk membantu pelaku usaha dalam melayani pelanggan secara otomatis.

Meta menjelaskan bahwa agen AI tersebut mampu menjawab pertanyaan pelanggan, memberikan rekomendasi produk, menjadwalkan pertemuan, mengelola prospek penjualan, hingga meneruskan percakapan kepada operator manusia jika diperlukan.

Saat ini Meta juga tengah menguji fitur yang memungkinkan Business Agent menyusun ringkasan harian percakapan beserta wawasan penting yang terjadi di luar jam kerja. Pengujian dilakukan pada sejumlah akun WhatsApp Business, Instagram Pro, Messenger, dan Meta Business Suite.

Bagi perusahaan besar, Meta bahkan menyiapkan platform khusus untuk membangun agen AI kustom yang dapat terhubung dengan layanan pihak ketiga seperti Shopify, Zendesk, dan Shopee. Layanan tersebut nantinya akan menjadi bagian dari paket berlangganan premium WhatsApp Business.

Di sisi lain, agresivitas investasi Meta dalam pengembangan kecerdasan buatan juga dibarengi langkah efisiensi perusahaan. Terbaru, sekitar 8.000 karyawan atau sekitar 10 persen dari total tenaga kerja perusahaan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Selain itu, Meta juga dikabarkan menutup sekitar 6.000 lowongan pekerjaan.

Kebijakan tersebut diumumkan melalui memo internal yang dikirim oleh Chief People Officer Meta, Janelle Gale, pada 23 April 2026.

“Saya tahu ini adalah berita yang tidak menyenangkan dan konfirmasi ini membuat semua orang merasa tidak nyaman, tetapi kami merasa ini adalah jalan terbaik ke depan, mengingat keadaan yang ada,” kata Gale dikutip dari Hollywood Reporter.

Peluncuran fitur Close Friends dan ekspansi AI menunjukkan bahwa WhatsApp tidak hanya fokus pada peningkatan privasi pengguna, tetapi juga semakin serius menjadikan platformnya sebagai pusat komunikasi bisnis berbasis kecerdasan buatan. (Rep)

Share: