MEDAN, Index Sumut – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan kembali melaksanakan panen padi gogo di lahan Teaching Farm (TeFa) milik kampus pada Jumat (24/7/2026). Panen ini merupakan panen kedua pada tahun 2026 di lahan seluas 2.800 meter persegi yang ditanami varietas Inpago 8, sehingga lahan tersebut telah mencapai Indeks Pertanaman (IP) 2.
Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Direktur Polbangtan Medan, Dr. Nurliana Harahap, S.P., M.Si., bersama dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Dari panen kali ini, Polbangtan Medan berhasil menghasilkan sekitar 6,5 ton gabah. Seluruh proses budidaya, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga panen, dilakukan oleh mahasiswa sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa regenerasi petani melalui pendidikan vokasi menjadi kunci dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.
“Sekolah vokasi seperti Polbangtan dan PEPI memiliki peran penting dalam memajukan sektor pertanian. Pertanian saat ini merupakan sektor yang menjanjikan karena didukung oleh mekanisasi dan berbagai inovasi teknologi. Untuk itu, dibutuhkan sumber daya manusia yang kompeten agar mampu mengelola pertanian secara modern,” ujar Menteri Pertanian.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia pertanian merupakan fondasi utama dalam mendukung percepatan program swasembada pangan nasional.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, mengatakan bahwa pembelajaran melalui Teaching Farm menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi teknis sekaligus membangun kesiapan menghadapi dunia kerja.
“Melalui kegiatan praktik seperti ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman nyata dalam mengelola usaha tani. Ini menjadi bekal penting bagi mereka untuk terjun ke lapangan dan mengawal program swasembada pangan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Polbangtan Medan, Dr. Nurliana Harahap, menyampaikan bahwa pembelajaran berbasis Teaching Farm merupakan bentuk nyata implementasi pendidikan vokasi yang mengintegrasikan teori, praktik, dan kebutuhan dunia industri pertanian.
“Teaching Farm menjadi laboratorium lapangan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung. Selain mendukung program swasembada pangan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya mewujudkan Kampus Mandiri Pangan, di mana hasil produksi dari lahan praktik dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan civitas akademika,” jelas Nurliana.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman mengelola budidaya padi secara menyeluruh menggunakan benih unggul dan penerapan teknologi pertanian modern. Pembelajaran dilakukan mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman hingga panen, sehingga diharapkan mampu mencetak lulusan yang profesional, adaptif terhadap teknologi, serta siap menjadi penggerak pembangunan pertanian Indonesia. (R)





