Index Sumut – Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya, sangat menyambut baik keberadaan Badan Pembina Mualaf (BPM) sebagai organisasi yang fokus pada pembinaan mualaf.
Kehadiran BPM hendaknya bisa bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai dalam mewujudkan masyarakat yang religius.
“Kami memberikan apresiasi atas pembentukan BPM ini. Semoga, program-programnya nanti bisa disinergikan dengan visi misi nomor 2 yakni Masyarakat Sehat dan Religius,” ucap Darma Wijaya saat menerima audiensi BPM di kantor Bupati Serdang Bedagai, Selasa (21/11/2023).
Ia juga berharap, BPM bisa melakukan pembinaan yang baik dengan para mualaf tanpa batas usia. “Semoga organisasi ini bisa bermanfaat bagi umat dan menjadi tempat bagi para mualaf untuk mendapatkan ilmu-ilmu agama Islam dengan mudah,” tambahnya.
Ketua BPM Sergai, Andi Ginting, menuturkan, saat ini pihaknya masih berfokus di Kecamatan Dolok Masihul. Harapannya, BPM bisa terbentuk di setiap kecamatan/desa agar pembinaan terhadap mualaf bisa lebih mudah dijangkau.
“BPM Sergai saat ini sekretariatnya ada di kawasan Masjid Jami yang berada di Pekan Dolok Masihul. Kami berterimakasih kepada Pak Bupati yang telah menerima dan mendukung apa yang kami lakukan,” ujarnya.
Didampingi para pengurus lainnya, Andi mengungkapkan, BPM Sergai baru terbentuk pada 29 Juni 2023 lalu tepat di tanggal 10 Dzulhijah. Saat ini sudah ada 11 mualaf yang masuk dalam pembinaan.
“BPM ini masih satu-satunya di Sergai. Tujuan pembentukannya itu ada tiga yakni sebagai wadah pendampingan, pbinaan, dan advokasi. Ke depan kami ingin berkembang ke kecamatan agar bisa lebih luas menjangkau dan membina para mualaf di Kabupaten Serdang Bedagai,” tambahnya.
Ia juga menerangkan visi BMP Sergai yakni menjadikan para mualaf tetap istiqomah dalam agama Islam dan memahami ajaran Islam dengan baik dan benar serta menjadikan para mualaf mandiri dakam ekonomi, serta dapat menjalin kehidupan dengsn keyakinan yang kuat.
“Dalam mencapai visi ini kami melakukan pembinaan dan pelatihan kewirausahaan kepada para mualaf agar tetap produktif serta mengadvokasi mereka yang mungkin dihadaokan dengan masalah atau intervensi tekanan keluarga ataupun lingkungan kerja atas pilihannya. Sehingga kehidupan bisa berjalam damai setelah keputusanya untuk memeluk Islam,” pungkasnya. (T)





