JAKARTA, Index Sumut – Google dikabarkan tengah menyiapkan lini laptop terbaru bernama Googlebook, perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk mendukung teknologi Gemini Intelligence. Kehadiran Googlebook disebut-sebut akan menjadi evolusi baru sekaligus pengganti Chromebook yang selama ini lebih mengandalkan sistem berbasis web.
Senior Director Laptops & Tablets Google, Alex Kuscher, mengatakan Googlebook dirancang untuk menghadirkan pengalaman AI yang lebih personal dan proaktif bagi pengguna.
“Googlebook adalah laptop pertama yang dirancang khusus untuk Gemini Intelligence, guna memberikan bantuan yang personal dan proaktif kapan pun dan di mana pun Anda membutuhkannya,” kata Kuscher dalam keterangannya, dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (15/5).
Pengumuman tersebut langsung mendapat sambutan dari Intel melalui akun resminya di platform X. Intel memastikan akan terlibat dalam pengembangan perangkat tersebut bersama Google.
“Kami sangat senang dapat berkolaborasi dengan @Google dalam proyek yang telah kami kembangkan bersama mereka – Googlebook. Perangkat premium dan canggih yang dirancang untuk kecerdasan buatan,” tulis Intel, Rabu (13/5/2026).
“Kami tidak sabar untuk segera menghadirkan produk ini kepada Anda pada musim gugur mendatang,” tambahnya.
Dibekali Magic Pointer Berbasis Gemini
Googlebook akan menghadirkan sejumlah fitur baru berbasis AI yang belum tersedia pada Chromebook. Salah satu fitur utama yang diperkenalkan adalah Magic Pointer, yaitu kursor pintar hasil pengembangan bersama tim Google DeepMind.
Melalui teknologi Gemini, kursor tersebut mampu memberikan saran kontekstual secara otomatis sesuai aktivitas pengguna di layar.
Sebagai contoh, pengguna cukup mengarahkan kursor ke tanggal dalam email untuk langsung membuat jadwal rapat. Selain itu, pengguna juga dapat memilih dua gambar berbeda, seperti foto ruang tamu dan sofa baru, lalu Gemini akan membantu memvisualisasikannya secara bersamaan.
“Fitur ini memungkinkan Anda mewujudkan ide hingga selesai hanya dengan beberapa klik,” terang Kuscher.
Bisa Buat Widget Sendiri dengan AI
Google juga menghadirkan fitur “Buat Widget Anda” yang memungkinkan pengguna menciptakan widget khusus hanya melalui perintah sederhana.
Gemini nantinya dapat menelusuri internet maupun terhubung dengan aplikasi Google milik pengguna seperti Gmail dan Kalender untuk menyusun satu dasbor personal sesuai kebutuhan.
Misalnya saat merencanakan liburan, Gemini dapat menggabungkan informasi penerbangan, hotel, reservasi restoran, hingga hitung mundur perjalanan dalam satu tampilan desktop.
Dengan konsep tersebut, Googlebook diklaim mampu menjadi ruang kerja digital yang benar-benar personal bagi penggunanya.
Integrasi Lebih Mulus dengan Ponsel
Googlebook juga disebut dibangun sebagian menggunakan teknologi Android sehingga menghadirkan pengalaman lintas perangkat yang lebih mulus.
Pengguna dapat membuka aplikasi ponsel langsung dari laptop tanpa harus berpindah perangkat. Google mencontohkan pengguna bisa memesan makanan dari aplikasi di ponsel melalui laptop, lalu kembali bekerja tanpa gangguan.
Selain itu, pengguna juga dapat langsung membuka notifikasi aplikasi seperti Duolingo dari laptop untuk menyelesaikan aktivitas tanpa perlu berpindah layar.
“Kami juga membuatnya sangat mudah untuk mengakses file dari ponsel Anda langsung dari penjelajah file Googlebook. Dengan Quick Access, Anda dapat dengan mudah melihat, mencari, atau menyisipkan file ponsel Anda ke laptop, tanpa perlu mentransfer,” jelas Kuscher.
Dalam pengembangannya, Google menggandeng sejumlah produsen laptop besar dunia seperti Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo untuk memproduksi Googlebook. (cnni)





