MEDAN, Index Sumut – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan melalui Laboratorium Penyuluhan Pertanian telah sukses menyelenggarakan kegiatan Training of Trainers (ToT) Media Penyuluhan Kolaboratif sejak tanggal 8 sampai 9 Juli 2026 . Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kostratani Polbangtan Medan ini dihadiri oleh 40 peserta, terdiri dari 22 mahasiswa Polbangtan Medan serta 18 Penyuluh Pendamping Lapangan (PPL) dari Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Langkat.
Jumlah peserta ini melampaui target awal yang hanya ditetapkan sebanyak 30 orang, menunjukkan tingginya antusiasme dan kebutuhan akan kompetensi penyuluhan yang relevan dengan perkembangan zaman. Salah satu penyuluh yang hadir mengusulkan agar pelatihan serupa nantinya dapat diberikan kepada seluruh tenaga penyuluh di wilayah lain, sehingga mereka lebih adaptif dan mampu mendukung penyuluhan pertanian yang transformatif di tengah masyarakat.
Dukungan Penuh Pimpinan Kementerian Pertanian
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasinya. “Penyuluhan adalah jantung dari kemajuan pertanian kita. Di era saat ini, penyuluh tidak lagi hanya berbicara di lapangan, tapi harus mampu berkomunikasi lewat berbagai cara yang dekat dengan hati dan gaya hidup petani, termasuk generasi mudanya. Menggabungkan nilai budaya lokal dengan teknologi adalah jalan tepat agar pesan pembangunan pertanian sampai dengan cepat, tepat, dan mudah diterapkan,” kata Mentan Amran.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya inovasi media.
“Perubahan cara masyarakat menerima informasi menuntut kita berinovasi tanpa henti. Media penyuluhan tidak boleh kaku, harus partisipatif, dan melibatkan masyarakat sejak awal. Pelatihan ini melahirkan pelopor yang nantinya bisa mengajak rekan-rekan penyuluh lain untuk terus beradaptasi mengikuti kemajuan zaman,” kata Arsanti.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin juga menilai kegiatan ini sangat strategis.
“Kami berharap kegiatan seperti ini menjadi standar pembinaan berkelanjutan. Kompetensi yang peserta dapatkan nantinya menjadi bekal untuk menciptakan karya penyuluhan yang tidak hanya informatif, tapi juga inspiratif bagi seluruh pelaku pembangunan pertanian di daerah,” kata Amin.
Direktur Polbangtan Medan Nurliana Harahap menyambut baik antusiasme peserta yang melimpah. “Polbangtan Medan berkomitmen menjadi ruang lahirnya ide-ide segar bagi penyuluhan pertanian. Kami sangat senang melihat antusiasme luar biasa dari mahasiswa maupun penyuluh lapangan. Inovasi yang berakar pada budaya sendiri adalah kunci agar penyuluhan kita efektif dan bermanfaat nyata bagi kesejahteraan petani,” kata Nurliana.
Kepala Laboratorium Penyuluhan Pertanian Polbangtan Medan, Puji Wahyu Mulyani menjelaskan latar belakang pelaksanaan kegiatan ini.
“Perubahan sosial dan kemajuan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi dan mencari informasi. Meski media tradisional berbasis kearifan lokal tetap memiliki tempat istimewa, tantangan era digital menuntut adanya inovasi agar penyuluhan tetap relevan, efektif, dan partisipatif,” kata Puji.
Pelatihan ini secara khusus bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam memahami konsep penyuluhan partisipatif, mengenali nilai-nilai budaya lokal sebagai dasar penyampaian pesan, merancang media penyuluhan yang memadukan kearifan lokal dan teknologi digital, serta mampu menerapkannya secara langsung di lapangan.
Pemaparan Materi dan Praktik Kreatif
Kegiatan menghadirkan tiga narasumber ahli yang menyajikan materi secara terarah yaitu Puji Wahyu Mulyani,Dosen Polbangtan Medan membahas materi konsep dan penerapan penyuluhan partisipatif. Narasumber kedua yaitu Ria Manurung Dosen Universitas Sumatera Utara dengan materi mengupas pemetaan nilai sosial dan budaya dalam masyarakat
Sementara itu, hadir narasumber ketiga Mhd Adha Hawari, Praktisi Media Enter Pena Production menyampaikan materi Desain Media serta Strategi Penerapannya dalam Penyuluhan Pertanian.
Selain pemaparan teori, peserta terlibat aktif dalam diskusi, tanya jawab, hingga praktik langsung pembuatan media. Salah satu capaian utama kegiatan ini adalah berhasil dihasilkannya sejumlah film pendek edukatif sebagai hasil karya nyata peserta.
Untuk memacu kreativitas, panitia juga menyelenggarakan lomba pembuatan media penyuluhan kolaboratif dengan pemenang sebagai berikut Logline Terbaik yaitu Meiliana Veronica (Penyuluh), Sinematografi Terbaik yaitu Fachri Budiansyah (Mahasiswa), Narator Terbaik yaitu Susy Elfia (Penyuluh), Editor Terbaik yaitu Muhammad Ridwan (Penyuluh) dan Peserta Terbaik yaitu Magdalena Situmorang (Penyuluh).
Kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Diharapkan kemampuan yang telah diperoleh dapat disebarluaskan kepada seluruh sumber daya manusia pertanian, guna mendukung terwujudnya pertanian nasional yang inklusif, profesional, dan modern. (id09)





