KARO, Index Sumut – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung ketangguhan masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana.

Melanjutkan rangkaian kegiatan sebelumnya, PLN UIP SBU sukses menyelenggarakan hari kedua Pelatihan Desa Siaga Bencana PLN Tahun 2026 yang dipusatkan di Aula Desa Kuta Gugung, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, pada Kamis (17/9/2026).

Kegiatan pada hari kedua ini berfokus penuh pada materi penanganan darurat dan pengelolaan pengungsian. Berbagai kegiatan pelatihan praktis yang krusial dilaksanakan secara komprehensif, mulai dari manajemen dapur umum dan shelter, teknik penanganan pemadaman api, pelatihan penyelamatan tingkat tinggi (vertical rescue), hingga sesi praktik simulasi penyelamatan serta evaluasi akhir pelatihan.

Hadir mewakili manajemen PT PLN (Persero) UIP SBU dalam kegiatan ini tim dari bidang komunikasi dan TJSL, yakni Officer Komunikasi dan TJSL Divo Michael Hutabarat bersama Officer Komunikasi dan TJSL Norma Yunita.

Kepala Desa Kuta Gugung, Terkelin Sembiring, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepedulian berkelanjutan yang diberikan oleh PLN kepada warga desanya.

“Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Desa Kuta Gugung mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN UIP SBU. Pelatihan hari kedua ini sangat aplikatif, terutama materi dapur umum dan penyelamatan yang sangat relevan dengan kondisi geografis daerah kami. Warga kini merasa jauh lebih siap dan terlatih dalam menghadapi potensi kebencanaan,” ujar Terkelin.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Karo, Junaidi Pranata Sembiring, SSTP., S.Sos., turut menyoroti pentingnya sinergi pentahelix dalam membangun budaya sadar bencana di tingkat akar rumput.

“Ketangguhan bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah saja, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak, termasuk BUMN seperti PLN. Pelatihan mitigasi mandiri seperti ini menjadi fondasi penting untuk meminimalisir risiko korban jiwa dan kerugian material di wilayah Kabupaten Karo,” ungkap Junaidi.

Sementara itu, General Manager PLN UIP SBU, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN senantiasa hadir sebagai wujud bukti nyata kepedulian perusahaan yang berorientasi pada penciptaan dampak jangka panjang bagi masyarakat luas.

“Komitmen PLN tidak hanya berhenti pada penyediaan infrastruktur kelistrikan yang andal, tetapi juga diwujudkan melalui bukti nyata kehadiran perusahaan di tengah masyarakat lewat program-program yang memberikan dampak langsung dan berkelanjutan. Melalui Pelatihan Desa Siaga Bencana ini, kami ingin memastikan bahwa kehadiran PLN benar-benar dirasakan manfaatnya dalam membangun kemandirian, ketangguhan, serta perlindungan bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana,” pungkas Rizki Aftarianto.

Seluruh rangkaian acara Pelatihan Desa Siaga Bencana PLN Tahun 2026 di Desa Kuta Gugung pada hari pertama hingga hari kedua berjalan dengan lancar, tertib dan disambut dengan antusiasme tinggi oleh seluruh warga peserta pelatihan. (R)

Share: