KARO, Index Sumut – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) sukses menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan Pelatihan Desa Siaga Bencana PLN Tahun 2026. Memasuki hari ketiga sekaligus penutupan, kegiatan dipusatkan di Desa Kuta Gugung, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan pada hari ketiga ini berfokus penuh pada materi Penyelamatan dan Penanganan Darurat Khusus, khususnya keahlian penyelamatan di perairan (water rescue). Rangkaian acara diawali dengan peninjauan ulang (review) materi hari sebelumnya, dilanjutkan dengan sesi teori water rescue, serta praktik lapangan langsung di perairan. Pada siang hari, para peserta mengikuti simulasi gabungan water rescue yang dilanjutkan dengan evaluasi menyeluruh serta penutupan resmi pelatihan.
Hadir mewakili manajemen PT PLN (Persero) UIP SBU dalam kegiatan ini tim Komunikasi dan TJSL, yakni Officer Komunikasi dan TJSL, Divo Michael Hutabarat bersama Norma Yunita.
Kepala Desa Kuta Gugung, Terkelin Sembiring, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terlaksananya pelatihan dari hari pertama hingga penutupan.
“Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Desa Kuta Gugung mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN UIP SBU. Pembekalan materi penyelamatan khusus seperti water rescue ini sangat bermanfaat bagi warga kami. Kini masyarakat merasa jauh lebih siap, terlatih dan percaya diri dalam menghadapi potensi kondisi darurat kebencanaan,” ujar Terkelin.
Manfaat dan dampak positif pelatihan ini juga dirasakan langsung oleh warga peserta pelatihan, Robert Surbakti. Ia mengaku banyak mendapatkan ilmu baru yang sangat praktis dan relevan untuk keselamatan warga sekitar.
“Selama tiga hari mengikuti pelatihan ini, kami betul-betul mendapatkan pengalaman dan ilmu yang luar biasa. Dari yang tadinya kurang paham teknik evakuasi, penanganan pemadaman, sampai penyelamatan di air (water rescue), sekarang kami jadi paham langkah-langkah penanganan darurat yang benar. Terima kasih banyak kepada PLN UIP SBU yang sudah peduli dan melatih kami langsung di desa ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Karo, Junaidi Pranata Sembiring, SSTP., S.Sos., mengapresiasi peningkatan kapasitas dan kesiapan teknis para peserta setelah mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari.
“Pelatihan praktis seperti simulasi water rescue ini memberikan keterampilan konkret yang sangat dibutuhkan warga saat menghadapi situasi krisis nyata di lapangan. Kami menyambut positif inisiatif berkelanjutan dari PLN UIP SBU yang telah membekali warga Desa Kuta Gugung dengan pengetahuan tanggap darurat yang komprehensif, sehingga terbentuk komunitas yang tidak hanya responsif tetapi juga mandiri,” kata Junaidi.
Di tempat terpisah, General Manager PLN UIP SBU, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa pencapaian akhir dari pelatihan ini adalah terbentuknya ekosistem masyarakat yang tangguh dan siap siaga.
“Melalui berakhirnya rangkaian Pelatihan Desa Siaga Bencana ini, kami berharap pengetahuan serta keterampilan teknis yang telah dipelajari tidak hanya berhenti di kelas pelatihan, tetapi ditularkan kepada seluruh elemen warga. PLN berkomitmen untuk terus menjadi mitra masyarakat dalam menghadirkan perlindungan serta ruang tumbuh yang aman dan tangguh di wilayah rawan bencana,” pungkas Rizki Aftarianto.
Seluruh rangkaian acara Pelatihan Desa Siaga Bencana PLN Tahun 2026 di Desa Kuta Gugung dari hari pertama hingga hari ketiga resmi ditutup dengan lancar, tertib dan diiringi antusiasme tinggi dari seluruh warga peserta pelatihan. (R)





