MEDAN, Index Sumut – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan menggelar kegiatan kuliah umum di Aula Polbangtan Medan pada Kamis, 24 September 2026. Kegiatan ini mengusung tema: “Pemanfaatan Informasi Spasial Potensi Sumber Daya Lahan untuk Pengembangan Komoditas Pertanian”.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyambut baik sinergi ini. Pertanian modern tidak lagi mengandalkan perkiraan, melainkan data yang akurat. Informasi spasial memungkinkan kita mengetahui di mana lahan sesuai untuk komoditas apa, berapa luasnya, dan bagaimana mengelolanya secara berkelanjutan.
“Kolaborasi antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah adalah jalan terbaik agar ilmu langsung bermanfaat bagi Masyarakat,” kata Mentan Amran.
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti menegaskan pentingnya kegiatan ini. Kemampuan membaca, mengolah, dan memanfaatkan data lahan melalui sistem informasi geospasial adalah nilai tambah yang sangat berharga.
“Kuliah umum Polbangtan Medan dengan menjadikan rekomendasi pertanian lebih berdasar, terukur, dan langsung dapat diterapkan di lapangan,” kata Arsanti.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin menyatakan, kegiatan ini selaras dengan visi pendidikan pertanian. Dunia pertanian kini bergerak menuju digitalisasi. Kementerian Pertanian ingin lulusan Polbangtan tidak hanya paham teori, tetapi juga mahir menggunakan teknologi pemetaan. Keterampilan inilah yang akan membuat mereka lebih unggul.
Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap mengatakan bahwa mahasiswa Polbangtan Medan berasal dari berbagai daerah, yang tentunya memiliki kondisi dan potensi sumber daya lahan yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut menjadi peluang untuk mengenali potensi lahan di daerah masing-masing dan menentukan komoditas pertanian yang sesuai untuk dikembangkan.
“Melalui pemanfaatan informasi spasial, kita dapat mengetahui karakteristik dan potensi suatu lahan sehingga pengembangan komoditas pertanian dapat dilakukan dengan lebih tepat. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh selama kuliah tidak hanya diterapkan di kampus, tetapi juga dapat dibawa dan dikembangkan di daerah asal masing-masing,” kata Nurliana.
“Kehadiran Polbangtan Medan dan BRIN membawa harapan baru: data akurat akan menjadi dasar kami menetapkan komoditas unggulan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat ketahanan pangan di Sumatera Utara,” tambahnya.
Kuliah umum ini menghadirkan narasumber Anny Mulyani, Peneliti Ahli Utama, Pusat Riset Tanaman Pangan, BRIN. Dia memaparkan materi lengkap mencakup tantangan Lahan Pertanian Nasional seperti alih fungsi lahan mencapai 96.500 hektar per tahun, perubahan iklim, serta fragmentasi lahan mengancam ketahanan pangan. Diperlukan peningkatan produksi melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi berbasis data.
Indonesia memiliki keragaman lahan kering masam, lahan kering iklim kering, rawa pasang surut, lebak, dan gambut, masing-masing dengan sifat, kendala, dan peluang pengembangan tersendiri. Tersedia sekitar 24,7 juta hektar lahan kering dan 3,7 juta hektar lahan rawa yang masih berpotensi dikembangkan.
Pada kuliah umum, Mahasiswa dilatih menggunakan aplikasi Avenza Maps di ponsel berfungsi tanpa internet tujuannya untuk menandai titik koordinat, menggambar batas lahan, mencatat data pemilik dan komoditas, hingga mengekspor hasil ke Google Earth.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa ilmu tidak berhenti di ruang kelas. Mahasiswa Polbangtan Medan kini memiliki bekal teknologi, data, dan jejaring kerja sama untuk mengaplikasikan kemampuan di daerah asal maupun di wilayah mitra. Dengan pemanfaatan informasi spasial yang tepat, setiap jengkal lahan dapat dikelola secara optimal mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan sejahtera. (R)





