MEDAN, Index Sumut – Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Brigade Pangan Tahun 2026 di Aula Polbangtan Medan, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Kepala Dinas Pertanian kabupaten/kota se-Sumatera Utara serta seluruh Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluhan Pertanian di wilayah Sumatera Utara.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembentukan Brigade Pangan sebagai upaya mendukung optimalisasi lahan pertanian, peningkatan produksi pangan, dan percepatan pencapaian swasembada pangan nasional.
Salah satu agenda utama kegiatan adalah penandatanganan surat komitmen kesiapan oleh para Katimker Penyuluhan se-Sumatera Utara. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendukung pembentukan Brigade Pangan Tahun 2026 sesuai target yang telah ditetapkan.
Pada tahun 2026, Sumatera Utara ditargetkan membentuk Brigade Pangan sebanyak 110 Brigade Pangan yang akan bertugas mengelola lahan Optimalisasi Lahan (Oplah) non rawa dan Cetak Sawah Rakyat (CSR). Pembentukan brigade ini diharapkan dapat memperkuat kelembagaan petani, meningkatkan efektivitas pengelolaan lahan, serta mendorong penerapan pertanian modern yang produktif dan berkelanjutan.
Adapun lahan Oplah non rawa yang akan dikelola Brigade Pangan di Sumatera Utara mencapai 15.971 hektare. Sementara itu, pengelolaan lahan CSR mencakup dua kabupaten, yakni Kabupaten Serdang Bedagai seluas 262 hektare dan Kabupaten Asahan seluas 476 hektare.
Dengan cakupan lahan tersebut, keberadaan Brigade Pangan diharapkan mampu memastikan lahan pertanian yang telah dioptimalkan maupun dicetak dapat dikelola secara maksimal, mulai dari proses persiapan tanam, budidaya, hingga panen. Pengelolaan secara terorganisasi juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi usaha tani dan mendorong peningkatan kesejahteraan petani.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Brigade Pangan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional, dan terampil melalui usaha tani yang berorientasi bisnis.
“Salah satu yang digalakkan untuk mencapai target swasembada pangan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan,” kata Mentan Amran.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDM Pertanian) menekankan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor penting dalam pembangunan pertanian modern dan berdaya saing. Melalui Brigade Pangan, petani dan anggota brigade tidak hanya memperoleh pendampingan teknis, tetapi juga didorong untuk meningkatkan kompetensi serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Ketahanan pangan tidak hanya dibangun dengan lahan dan teknologi, tetapi juga dengan SDM yang unggul, adaptif, dan mau terus belajar,” ungkapnya.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin mengatakan, pembentukan Brigade Pangan tidak hanya berfokus pada pembentukan kelembagaan, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengelola lahan secara efektif dan berkelanjutan.
Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap mengatakan, diperlukan komitmen bersama dari Dinas Pertanian, jajaran penyuluhan, serta seluruh pemangku kepentingan agar setiap Brigade Pangan dapat terbentuk dan menjalankan perannya secara optimal.
“Melalui rapat koordinasi ini, seluruh pihak diharapkan dapat segera menindaklanjuti komitmen yang telah ditandatangani melalui langkah konkret di masing-masing wilayah, termasuk pemetaan kebutuhan, penyiapan kelembagaan, serta koordinasi pendampingan dan penyuluhan bagi Brigade Pangan yang akan dibentuk,” ujarnya.
Pada awal November 2026, seluruh 110 Brigade Pangan di Sumatera Utara ditargetkan telah terbentuk. Target tersebut menjadi komitmen bersama untuk memastikan pengelolaan lahan Oplah nonrawa dan CSR berjalan sesuai perencanaan serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pertanian.
Melalui koordinasi yang solid antara Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, dan jajaran penyuluh pertanian, Polbangtan Medan terus mendukung penguatan kelembagaan pertanian dan pengembangan sumber daya manusia pertanian guna mewujudkan pertanian yang modern, mandiri, dan berkelanjutan serta memperkuat ketahanan pangan nasional. (R)





