Analisis Gunawan Benjamin

Index Sumut – Malam nanti, AS akan merilis data inflasi yang diproyeksikan akan bergerak melandai. Data tersebut bisa mengurangi beban pada pasar keuangan, seandainya rilis data inflasi AS lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Data inflasi AS bisa menghapus keraguan pelaku pasar setelah sebelumnya dikejutkan oleh data ketenaga-kerjaan yang membaik.

Pasar saham diproyeksikan akan bergerak mendatar dengan kecenderungan menguat. IHSG yang pada perdagangan kemarin ditutup melemah di bawah level 7.100, berpeluang bergerak dalam rentang 7.050 hingga 7.130 pada perdagangan hari ini. IHSG di sesi perdagangan pagi ini ditransaksikan mengalami penguatan dilevel 7.130.

Sementara itu, mata uang rupiah diproyeksikan akan bergerak mendatar dengan kecenderungan melemah. Jelang rapat Gubernur Bank Sentral AS besok, imbal hasil US treasury terpantau menguat yang berpeluang menjadi beban bagi mata uang Rupiah pada hari ini.

Sementara itu, besaran USD Index pada perdagangan hari ini juga terpantau bergerak sideways dengan kecenderungan naik di kisaran 104.

Mata uang rupiah berpeluang ditransaksikan dalam rentang 15.600 hingga 15.650 hari ini. Di sesi pembukaan perdagangan, mata uang rupiah ditransaksikan stabil di kisaran 15.630 per US Dolar.

Mata uang rupiah secara keseluruhan pergerakan mata uang dunia masih akan sangat dipengaruhi bagaimana sikap Bank Sentral AS besok. Secara keseluruhan pasar keuangan dalam posisi siaga jelang keputusan bunga acuan US Dolar.

Jelang rapat Gubernur Bank Sentral AS, harga emas juga terpantau mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini. Harga emas melemah di kisaran level $1.985 per US Dolar.

Harga emas sangat terpukul oleh membaiknya data ketenagakerjaan AS sebelumnya. Walaupun dalam jangka pendek hingga panjang, emas tetap dinaungi kabar baik seiring dengan melandainya besaran bunga acuan Bank Sentral di dunia pada tahun depan. (R)

Share: