Index Sumut – Kinerja IHSG sepanjang sesi perdagangan hari ini terpantau bergerak sangat volatile. IHSG yang sempat menguat hingga menyentuh 7.177, berbalik arah dan cenderung turun disesi perdagangan kedua.

IHSG bahkan sempat diperdagangkan melemah hingga menyentuh level 7.121 sebelum akhirnya ditutup naik 0.28% di level 7.157,18.

Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin menyebutkan, IHSG bergerak lebih volatile dibandingkan dengan sejumlah bursa di Asia yang mayoritas justru mampu bertahan di zona hijau.

“Pelaku pasar masih mengkuatirkan sejumlah agenda ekonomi penting serta arah kebijakan suku bunga acuan yang bisa merubah arah pergerakan pasar secara tak terduga. Dan pada perdagangan hari ini IHSG lebih banyak digerakkan oleh faktor teknikal dibandingkan dengan faktor lain,” ujarnya.

Sementara itu, kinerja mata uang rupiah juga bergerak cukup volatile pada hari ini. Rupiah ditransaksikan dalam rentang angka yang cukup lebar antara 15.780 hingga 15.835 per US Dolarnya.

“Kinerja mata uang rupiah terpantau sempat berada di dua zona, sebelum akhirnya ditutup menguat tipis di level 15.805 per US Dolar. Jelang kebijakan penetapan bunga acuan The FED, pasar masih mengambil posisi wait and see hingga arah kebijakan bunga acuan kedepan tergambar lebih jelas,” sebutnya.

Di sisi lainnya, harga emas pada perdagangan hari ini terpantau mengalami penguatan di level $2.029 per ons troynya.

“Harga emas belakangan terpuruk seiring dengan memudarnya ekspektasi penurunan bunga acuan The FED. Selain itu, harga emas juga relatif tidak mendapatkan banyak dorongan untuk menguat, seiring dengan eskalasi perang yang relatif melandai belakangan ini,” pungkasnya. (R)

Share: