Index Sumut – Pasar saham di Asia pada perdagangan pagi ini, Jumat (2/2) mayoritas ditransaksikan di zona hijau, setelah sehari sebelumnya banyak pasar saham di Asia yang terpuruk, setelah kebijakan suku bunga acuan The Fed.

Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin menyebutkan, Rebound yang terjadi pada pasar saham di Asia ini menjadi kabar baik bagi IHSG, yang bisa saja bergerak seirama di perdagangan hari ini.

“IHSG pada perdagangan kemarin sempat ditutup melemah tipis. Pada sesi pembukaan perdagangan hari ini IHSG dibuka menguat di level 7.221,9,” ujarnya.

Menurutnya, jika IHSG mampu bertahan di zona hijau, maka IHSG berpeluang untuk mengalami penguatan hingga ke level 7.250. Dan pada hari ini IHSG diproyeksikan akan bergerak dalam rentang 7.170 hingga 7.250.

“Pelaku pasar tengah menanti rilis data ketenagakerjaan AS yang jika mengalami pelemahan, maka akan jadi kabar baik bagi pasar keuangan khususnya pasar saham. Dimana The Fed kembali diproyeksikan akan lebih cepat untuk menurunkan bunga acuannya. Namun jika sebaliknya, maka pasar ketenagakerjaan yang membaik akan menjadi kabar buruk karena penundaan penurunan bunga acuan akan semakin lama,” ujarnya.

Di sisi lainnya, kinerja mata uang rupiah pada perdagangan hari ini ditransaksikan menguat di level 15.705 per US Dolar di sesi perdagangan pagi. Ekspektasi bahwa tingkat pengangguran AS akan meningkat menjadi 3.8%, ditambah dengan penyerapan tenaga kerja yang melemah, menjadi katalis positif bagi penguatan Rupiah.

“Hal ini mengakibatkan penguatan pada mata uang rupiah meskipun masih akan berkonsolidasi di kisaran level 15.700 per US Dolar pada sesi perdagangan hari ini,” ujarnya.

Sementara itu harga emas juga terpantau lebih tinggi dari perdagangan sore kemarin. Harga emas ditransaksikan di level $2.053 per ons troy nya.

“Emas juga akan diuntungkan seandainya rilis data ketenaga kerjaan AS sesuai dengan ekspektasi,” katanya. (R)

Share: