Index Sumut – Pada perdagangan hari ini, Selasa (21/5) sejumlah pejabat Bank Sentral AS akan memberikan pidatonya. Namun sebelumnya, menteri keuangan AS Jannet Yellen akan memberikan pidato terlebih dahulu.
Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, agenda seperti ini sangat berpotensi mendorong ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kebijakan The FED kedepan. Di sisi lain, dari tanah air pelaku pasar tengah menanti kebjakan bunga acuan yang akan diambil oleh Bank Indonesia.
“Pada perdagangan pagi ini, mayoritas bursa di Asia ditransaksikan melemah. IHSG yang mengalami tekanan pada perdagangan kemarin, di 5 (lima) menit pertama ditransaksikan di dua zona. IHSG dibuka memenguat tipis di level 7.270. Secara teknikal IHSG berpeluang ditransaksikan dalam rentang 7.240 hingga 7.290 pada perdagangan hari ini,” ujarnya.
Sementara itu, jelang notulen FOMC pada hari Kamis mendatang, kinerja mata uang US Dolar terpantau bergerak stabil. Meskipun terpantau US Dolar cenderung menguat terhadap mata uang Rupiah. Kinerja US Dolar yang belakangan menguat terhadap Rupiah pada dasarnya masih dalam rentang batas harga yang wajar, di tengah minimnya sentimen pasar di tanah air.
“Rupiah pada perdagangan pagi ini dibuka melemah di level 16.030 per US Dolar. Kinerja US Dolar di pasar Asia pada perdagangan hari ini bergerak sideways terhadap mayoritas mata uang di Asia. Rupiah sendiri diproyeksikan akan bergerak dalam rentang 15.970 hingga 16.050 per US Dolarnya. Dan untuk harga emas sejauh ini bergerak sideways dikisaran $2.428 per ons troy,” pungkasnya. (R)





