MEDAN, Index Sumut – Kinerja mata uang US Dolar berpeluang melemah pada perdagangan hari ini. Pelemahan US Dolar terlihat dari penurunan US treasury yang juga tercermin dari penurunan USD Index ke level 105.98.

Analis Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin menyebutkan, dua indikator tersebut menunjukan bahwa rupiah bisa saja menguat di kisaran 15.630 hingga 15.680 per US Dolar pada perdagangan hari ini, Selasa (10/10).

“Pada pagi ini mata uang rupiah ditransaksikan menguat di level 15.677 per US Dolar. Sementara itu, kinerja sejumlah mata uang di negara Asia lainnya terhadap US Dolar juga terpantau mengalami penguatan. US Dolar terpantau mengalami pelemahan terhadap Chinese Yuan, Yen Jepang termasuk juga terhadap mata uang Dolar Singapura,” ungkapnya.

Di sisi lain, lanjut Gunawan, kinerja IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi menguat. Kinerja sejumlah bursa Asia pada pagi hari ini dibuka di zona hijau dengan penguatan yang cukup besar. IHSG berpeluang untuk kembali ditransaksikan di atas level psikologis 6.900, dengan potensi menguat hingga mencapai 6.950 sangat berpeluang terjadi pada hari ini.

“IHSG pada sesi pembukaan perdagangan pagi ini dibuka di level 6.907,62. Kinerja pasar saham pada paerdagangan hari ini tidak akan banyak dipengaruhi oleh rilis data ekonomi penting,” katanya.

Menurutnya, minimnya sentimen membuat IHSG berpeluang untuk bergerak di zona hijau selama sesi perdagangan. Meski demikian pelaku pasar masih dikhawatirkan dengan rilis data ekonomi AS ditambah dengan agenda FOMC minutes yang akan disampaikan oleh Gubernur Bank Sentral AS jelang perdagangan akhir pekan.

Selain itu, pelaku pasar juga terus mengamati perkembangan terkini konflik di Timur Tengah. Sejauh ini konflik tersebut belum memberikan pukulan bagi kinerja pasar keuangan. Namun sempat mendorong kenaikan harga komoditas energy seperti minyak mentah di pekan ini. Pasar akan terus mengamati bagaimana nantinya dampak dari konflik tersebut akan mempengaruhi kinerja pasar.

Sejauh ini konflik yang terjadi di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga emas. Dimana harga emas dalam dua hari perdagangan terakhir dari dari kisaran $1.820-an per ons troy, menjadi $1.864 per ons troy di pagi ini.

“Emas berpeluang ditransaksikan dalam rentang $1.850 hingga $1.875 per ons troy hari ini. Jika tensi geopolitik kian memburuk, maka harga emas berpeluang untuk melanjutkan penguatan,” pungkasnya. (IR)

Share: