Index Sumut – Kinerja IHSG pada sesi perdagangan pembukaan perdagangan ditransaksikan menguat di kisaran 6.838. Di sisi lain, sejumlah bursa di Asia ditransaksikan mixed, dimana sebagian bursa di China memimpin koreksi pada perdagangan hari ini, Jumat (21/6).

“Kinerja IHSG melanjutkan penguatan di sesi perdagangan pagi, setelah pada perdagangan kemarin IHSG juga mampu menguat di tengah tekanan mata uang Rupiah,” kata Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin, Jumat (21/6).

Di sisi lain, kata Gunawan, mata uang Rupiah masih melanjutan pelemahan. Di sesi perdagangan pagi, Rupiah terpantau melemah di kisaran level 16.470 per US Dolar.

“Kinerja mata uang rupiah mengalami tekanan, sekalipun US Dolar juga tidak didukung oleh sejumlah indikator keuangan yang membaik. Kinerja USD Index, imbal hasil US Treasury yang relatif stagnan pada dasarnya tidak memberikan dorongan penguatan pada US Dolar,” ujarnya.

US Dolar sendiri, lanjut Gunawan, juga terpantau bergerak relatif stabil terhadap sejumlah mata uang asia lainnya. Kebijakan BI yang mempertahankan bunga acuan memang tidak banyak membantu Rupiah untuk menguat di pasar spot.

Karena pasar justru tengah dibayangi suku bunga acuan The FED yang tinggi untuk waktu yang lama. Sehingga sebaiknya mewaspadai potensi tekanan yang berpeluang terjadi pada IHSG, seiring dengan pelemahan Rupiah ditambah dengan minimnya agenda ekonomi pada hari ini.

“Saya menilai IHSG masih berpeluang untuk berayun dalam rentang 6.770 hingga 6.870. Sementara rupiah, diproyeksikan berada dalam rentang 16.430 hingga 16.490,” ujarnya.

Pasar keuangan di tanah air pada dasarnya belum didukung sentimen fundamental yang mampu mendorong penguatan.

Selanjutnya, harga emas ditransaksikan menguat di kisaran $2.360 per ons troy nya. Harga emas cenderung menguat seiring dnegan memburuknya tensi geopolitik global.

Di sisi lain, emas cenderung dirugikan dengan arah kebijakan The FED sejauh ini. (R)

Share: