MEDAN, Index Sumut – Dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang, Rabu (1/11) kemarin, karena investor menganggap pernyataan Chairman Federal Reserve Jerome Powell setelah pertemuan kebijakan dua hari menunjukkan bank sentral mungkin sudah selesai menaikkan suku bunga.
Dikutip dari ipotnews, Kamis (2/11) disebutkan, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang menetapkan kebijakan, sesuai ekspektasi, mempertahankan suku bunga pada kisaran 5,25-5,50% sejak Juli.
The Fed tidak mengesampingkan kenaikan suku bunga lagi karena mengakui ketahanan ekonomi Amerika Serikat walau pengetatan yang agresif dilakukan lebih dari setahun lalu, demikian laporan Reuters, di New York, Rabu (1/11) atau Kamis (2/11) pagi WIB.
Pernyataan terbaru the Fed mencatat dengan peningkatan lapangan kerja yang masih “kuat” dan inflasi masih “tinggi”, bank sentral terus mempertimbangkan “sejauh mana penguatan kebijakan tambahan yang mungkin tepat untuk mengembalikan inflasi ke target 2% dari waktu ke waktu.”
Meski demikian, suku bunga berjangka AS menambah spekulasi bahwa the Fed telah selesai menaikkan suku bunga kebijakannya dan akan mulai menurunkannya Juni tahun depan.
Perkiraan kenaikan suku bunga pada Desember dan Januari dikurangi masing-masing menjadi 19% dan 30%, dari 28% dan 39%, Selasa petang. (R)





