MEDAN, Index Sumut – Laju petumbuhan ekonomi Sumut secara kuartalan (Q3 ke Q2) hanya tumbuh 2%. Capaian tersebut sebenarnya bukan capaian yang buruk.

Pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin menyebutkan, sekalipun melambat signifikan, tetapi realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga secara tahunan atau year on year berada di angka 4.94%. Angkanya masih inline dengan proyeksi sebelumnya di level 4.9%-an.

“Artinya pertumbuhan ekonomi Sumut masih on track, dan saya yakin masih akan mampu merealisasikan capaian 5% hingga tutup tahun 2023. Dan secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Sumut juga masih berada di angka 5% sejauh ini. Jadi saya optimis ekonomi Sumut akan kembali pulih di kuartal keempat tahun ini karena ada peningkatan belanja masyarakat dan sejumlah faktor lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, faktor pertama yang membuat optimis adalah belanja masyarakat seperti biasa jelang Nataru akan meningkat. Yang bisa mendorong belanja masyarakat dan tentunya akan berdampak pada geliat ekonomi yang lebih besar. Kedua, belanja pemerintah pada dasarnya juga meningkat di kuartal ketiga dan kuartal keempat.

“Secara kuartalan (Q3) belanja konstruksi mengalami pertumbuhan yang signifikan. Salah satu yang paling mencolok dan mudah kita temui adalah pembangunan (konstruksi) yang ada di Kota Medan. Anggaran APBD terserap untuk sejumlah pembangunan yang mendorong peningkatan belanja konstruksi secara keseluruhan di Sumut,” ujarnya.

“Nah, itu rutinitas belanja pemerintah dan masyarakat yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi menjelang tutup tahun. Selanjutnya faktor ketiga adalah adanya gelontoran bantuan sosial pemerintah ke masyarakat. Bantuan beras, dana tunai ini sangat berperan dalam mendorong belanja masyarakat. Walaupun bantuan ini bisa saja tidak begitu signifikan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi,” sebutnya lagi.

Misalkan, lanjut Gunawan, masyarakat yang menerima bantuan beras atau bantuan pangan lainnya justru berpotensi mendorong penurunan belanja untuk beras dan kebutuhan lain.

“Nah ini bisa saja membuat perhitungan pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran mengalami penurunan. Namun, secara keseluruhan saya menilai tetap akan membuat masyarakat mengalihkan pengeluarannya untuk kebutuhan lain,” katanya.

Dan faktor keempat, lanjutnya, ada Pemilu. Belanja Pemilu ini akan mendorong geliat ekonomi hingga pagelarannya usai. Ini akan menjadi motor penggerak ekonomi yang signifikan dalam mendorong pemulihan belanja masyarakat. Jadi secara keseluruhan Sumut akan tumbuh 5% atau sedikit di atasnya di penghujung tahun ini.

“Dan realisasi pertumbuhan ekonomi di level tersebut akan tercipta dengan sendirinya (auto pilot). Hanya kinerja ekspor (secara nominal) yang berpotensi tidak mendukung terciptanya pertumbuhan ekonomi tersebut. Namun semuanya bisa dikompensasi seiring peningkatan agregat belanja pemerintah dan masyarakat,” tutupnya. (R)

Share: