MEDAN, Index Sumut – PT Jasamarga Kualanamu Tol (JKT) selaku badan usaha jalan tol Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT), hari ini melakukan upaya penanganan lanjutan di Km 41+600 arah Medan.
Tim operasional saat ini fokus melakukan pembersihan material dampak amblasnya badan jalan tol menggunakan alat berat, sekaligus mempersiapkan pemasangan sheet pile, yaitu elemen struktur yang berfungsi menahan tekanan air dan tanah guna menjaga stabilitas timbunan serta mencegah potensi longsor susulan pada area pekerjaan.
Direktur Utama PT Jasamarga Kualanamu Tol Plaza Tol Kualanamu, Thomas Dwiatmanto dalam siaran persnya, Sabtu (29/11) mengatakan, untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan kelancaran mobilitas selama penanganan berlangsung, rekayasa lalu lintas telah diterapkan pada titik terdampak.
“Bagi pengguna dari Tebing Tinggi menuju Medan, kendaraan dialihkan keluar melalui Gerbang Tol (GT) Kemiri dan GT Kualanamu, sementara kendaraan dari Kualanamu menuju Medan dialihkan melalui GT Lubuk Pakam,” ujarnya.
Sedangkan jalur dari Medan menuju Kualanamu-Tebing Tinggi, lajur 1 masih dapat dilalui oleh kendaraan golongan 1 non bus, sedangkan golongan 1 bus serta golongan 2 keatas dialihkan melalui GT Tanjung Morawa (Ruas Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa) sebagai langkah pencegahan terhadap pembebanan berlebih pada jalur tersebut, khususnya pada lajur 2 apabila dilalui kendaraan berukuran besar.
“Jasa Marga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jalan selama pelaksanaan rekayasa lalu lintas berlangsung. Para pengguna jalan tol diimbau untuk tetap berhati-hati, mengatur waktu serta rute perjalanan, memastikan kecukupan bahan bakar, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan demi kelancaran perjalanan,” pungkasnya. (R)





