MEDAN, Index Sumut – Nilai tukar rupiah kembali melemah dan menyentuh kisaran Rp17.300 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu (29/4). Di saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru dibuka menguat di level 7.096, seiring dengan mayoritas bursa saham Asia yang bergerak di zona hijau.

Pada awal sesi perdagangan, rupiah tercatat berada di kisaran Rp17.295 per dolar AS. Dengan adanya selisih antara harga bid dan offer, level tersebut mengindikasikan bahwa rupiah telah menyentuh Rp17.300 per dolar AS.

Pengamat Ekonomi dan Keuangan Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai pelemahan rupiah berpotensi menjadi beban bagi pergerakan IHSG sepanjang hari ini.

“Pelemahan rupiah yang cukup dalam berpeluang menekan kinerja IHSG, terutama jika tekanan eksternal masih berlanjut,” ujar Gunawan, Rabu (29/4).

Menurutnya, tekanan terhadap rupiah dipicu oleh sejumlah indikator global yang mendukung penguatan dolar AS. Indeks dolar (USD Index) tercatat naik ke level 98,6, sementara imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun meningkat ke kisaran 4,348 persen.

Selain itu, data ekonomi AS juga menunjukkan penguatan. Indeks kepercayaan konsumen AS pada April tercatat naik melampaui ekspektasi ke level 92,8, yang semakin memperkuat posisi dolar AS terhadap mata uang lainnya, termasuk rupiah.

Gunawan menambahkan, pelaku pasar juga mencermati kondisi fiskal dalam negeri yang menjadi salah satu faktor yang membebani sentimen terhadap rupiah.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik global turut memperburuk tekanan. Konflik yang belum mereda serta negosiasi antara Iran dan AS yang kembali menemui jalan buntu memicu kekhawatiran akan kenaikan harga energi. Saat ini, harga minyak mentah masih bertahan di kisaran 110 dolar AS per barel.

“Jika harga minyak bertahan tinggi, ini berpotensi memperlebar defisit dan menambah tekanan bagi rupiah,” jelasnya.

Sementara itu, harga emas dunia tercatat mengalami pelemahan dan diperdagangkan di kisaran 4.600 dolar AS per ons troy. Namun, jika dikonversi ke rupiah, harga emas relatif stabil di sekitar Rp2,57 juta per gram, seiring pelemahan nilai tukar domestik.

Gunawan menilai, pergerakan emas yang cenderung tertahan mencerminkan sikap pasar yang masih menunggu kepastian arah kebijakan global dan perkembangan geopolitik dalam waktu dekat. (R)

Share: