MEDAN, Index Sumut – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan menggelar Kuliah Umum pada tanggal 21 Mei 2026 di kampus Polbangtan Medan. Kegiatan pendidikan non-kurikuler ini secara khusus diikuti oleh seluruh mahasiswa Tingkat Dua dan Tingkat Empat, yang bertujuan memperluas wawasan serta membekali generasi muda pertanian dengan pemahaman mendalam mengenai tantangan dan solusi di sektor pertanian, khususnya terkait pengelolaan sumber daya air.

Mengangkat tema “Pengelolaan Sumber Daya Air di Berbagai Agroekosistem”, kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli dari Kementerian Pertanian, Hendri Sosiawan (Tenaga Ahli Bidang Teknologi Inovasi Pengelolaan Irigasi).

Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa air merupakan sumber kehidupan dan isu strategis utama masa depan, di mana prioritas penggunaannya diurutkan mulai dari kebutuhan dasar manusia, kehidupan makhluk hidup, sektor pertanian sebagai penopang pangan, hingga kebutuhan lingkungan dan industri.

Mahasiswa diperkenalkan dengan fakta teknis kebutuhan air berbagai komoditas, mulai dari padi sawah yang membutuhkan 1 liter/detik/hektar, jagung 0,65 liter/detik/hektar, hingga kedelai 0,5 liter/detik/hektar. Selain itu, materi juga mengulas dampak nyata perubahan iklim yang membuat pola cuaca semakin sulit diprediksi, serta proyeksi iklim hingga akhir tahun 2026 yang diprediksi berpotensi menghadirkan fenomena El Niño, yang akan sangat mempengaruhi ketersediaan air di berbagai tipe lahan, baik irigasi, rawa, tadah hujan, maupun wilayah pesisir.

Berbagai solusi teknologi pun dipaparkan, mencakup aspek eksplorasi potensi air, eksploitasi melalui infrastruktur seperti embung, dam parit, waduk, hingga teknologi pompanisasi dan irigasi hemat air, serta sistem distribusi air yang efisien. Prinsip utama yang ditekankan adalah pengelolaan air harus tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat tempat agar produktivitas lahan tetap terjaga meski di tengah ketidakpastian alam.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, pembekalan ilmu pengelolaan air sangat krusial bagi mahasiswa sebagai calon pemimpin sektor pertanian masa depan.

“Ketahanan pangan nasional bergantung pada cara kita mengelola air. Kuliah umum ini sangat tepat sasaran, karena mahasiswa harus paham bahwa di balik keberhasilan pertanian ada sistem tata air yang andal dan adaptif terhadap perubahan iklim,” tegas Andi Amran Sulaiman.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menilai kegiatan ini sebagai wujud nyata pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan lapangan. Ia berharap materi yang diberikan dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa Tingkat Dua dan Empat yang sedang berada di fase krusial pembentukan kompetensi.

“Kami ingin SDM pertanian tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga memiliki wawasan teknologi yang mampu menjawab tantangan riil di lapangan. Penguasaan teknologi pengelolaan air adalah keahlian wajib saat ini,” ujar Idha Widi Arsanti.

Senada dengan hal itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin, menjelaskan bahwa topik yang diangkat sangat strategis untuk meningkatkan daya saing lulusan. Ia menekankan bahwa pemahaman mengenai dampak iklim dan inovasi irigasi akan menjadi nilai tambah besar bagi mahasiswa saat terjun ke dunia kerja.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan mahasiswa memegang kunci produktivitas pertanian. Teknologi dan kemampuan beradaptasi adalah dua hal yang harus dimiliki lulusan Polbangtan agar siap memajukan pertanian Indonesia,” papar Muhammad Amin.

Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas antusiasme peserta yang sangat tinggi. Ia menegaskan bahwa kampus terus berkomitmen menghadirkan materi-materi mutakhir yang dibutuhkan industri dan pembangunan.

“Kami berharap seluruh ilmu yang didapat hari ini dapat dicerna dan diterapkan, sehingga kelak lahir tenaga profesional pertanian yang tidak hanya andal bertani, tetapi juga ahli dalam menjaga dan mengelola sumber daya air demi keberlanjutan pertanian nasional,” tutup Nurliana Harahap. (R)

Share: