JAKARTA, Index Sumut – Mobil listrik terbaru hasil kolaborasi Huawei dan Chery, Luxeed RX, menjadi sorotan publik otomotif global setelah desainnya dinilai memiliki kemiripan mencolok dengan SUV mewah Ferrari Purosangue. Kontroversi semakin memanas setelah perwakilan Ferrari di China mempertanyakan klaim yang disampaikan petinggi Luxeed terkait tim desain kendaraan tersebut.

Keberadaan Luxeed RX pertama kali terungkap melalui dokumen resmi yang diajukan ke Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) China. Dari dokumen tersebut, tampak sebuah SUV berukuran besar dengan sejumlah elemen desain yang memicu perbandingan dengan Ferrari Purosangue.

Mulai dari grille depan tertutup, lampu berbentuk huruf L, desain tiga bagian air intake, siluet bodi yang rendah, hingga diffuser belakang yang agresif disebut memiliki kemiripan visual dengan SUV pertama Ferrari tersebut.

Selain desain yang mencuri perhatian, Luxeed RX juga dibekali teknologi canggih berupa empat sensor LiDAR untuk mendukung sistem bantuan pengemudi dan fitur kendaraan pintar.

Dari sisi dimensi, Luxeed RX memiliki panjang 5.020 mm, lebar 2.007 mm, tinggi 1.585 mm, dan wheelbase mencapai 3.000 mm. Mobil ini akan tersedia dalam dua pilihan sistem penggerak, yakni versi motor tunggal dengan tenaga 277 kW (372 hp) dan versi motor ganda yang menggabungkan tenaga 160 kW (215 hp) serta 277 kW (372 hp).

Kolaborasi Huawei dan Chery

Luxeed merupakan merek kendaraan listrik premium yang lahir dari kerja sama Huawei dan Chery melalui payung Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA), yang resmi dibentuk pada November 2023.

Dalam kolaborasi tersebut, Huawei tidak memproduksi kendaraan secara langsung. Perusahaan teknologi asal Shenzhen itu berperan dalam pengembangan konsep produk, desain, pemasaran, pengalaman pengguna, kontrol kualitas, serta penyediaan perangkat lunak dan perangkat keras pintar, termasuk sistem kokpit HarmonyOS dan teknologi mengemudi otonom.

Sementara itu, Chery bertanggung jawab penuh terhadap proses produksi dan manufaktur kendaraan.

Klaim Desainer Ferrari Dipertanyakan

Kontroversi semakin berkembang setelah Zhao Changjiang, Executive Director sekaligus Executive Vice President Luxeed, menyatakan bahwa perusahaan telah merekrut mantan kepala desainer Ferrari serta tim pengembangan sasis yang pernah bekerja untuk BMW dan Aston Martin.

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari Ingrid Sun, PR Director Ferrari Greater China. Melalui media sosial, Sun mempertanyakan kebenaran klaim tersebut dan meminta kejelasan mengenai identitas mantan desainer Ferrari yang dimaksud.

Reaksi itu memicu diskusi luas di kalangan netizen China. Banyak pengguna media sosial mempertanyakan klaim Luxeed dengan alasan posisi chief designer Ferrari diketahui masih dipegang oleh sosok yang sama selama lebih dari satu dekade terakhir.

Meski demikian, unggahan yang berisi pertanyaan tersebut dilaporkan telah dihapus dari akun media sosial Ingrid Sun pada 11 Juni lalu.

Terlepas dari polemik yang berkembang, Luxeed RX tetap dijadwalkan meluncur secara resmi ke pasar China pada musim gugur 2026. Kehadirannya diprediksi akan menjadi salah satu peluncuran kendaraan listrik premium yang paling banyak menyita perhatian, baik karena teknologi yang ditawarkan maupun kontroversi desain yang mengiringinya. (cnni)

Share: