MEDAN, Index Sumut – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan dan Pemerintah Kota Tanjungbalai memperkuat sinergi dalam pengembangan sumber daya manusia pertanian melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama di bidang pendidikan.

Kerjasama tersebut mencakup berbagai aspek yang mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi vokasi pertanian dan pemerintah daerah.

Penandatanganan MoU ini dihadiri oleh Wali Kota Tanjungbalai, Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Sekretaris Daerah Kota Tanjungbalai, serta jajaran Pemerintah Kota Tanjungbalai dan Polbangtan Medan, Kamis (24/9/2026) di ruang rapat Polbangtan Medan.

Kerjasama tersebut juga sejalan dengan arah Kementerian Pertanian dalam memperkuat pendidikan vokasi sebagai bagian dari strategi menyiapkan SDM pertanian yang kompeten, adaptif, berjiwa kewirausahaan, serta mampu menjawab kebutuhan pembangunan pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa lulusan pendidikan vokasi pertanian harus memiliki kemampuan untuk bekerja sekaligus menciptakan lapangan kerja. Amran mendorong lahirnya agripreneur muda yang mampu mengembangkan usaha pertanian berbasis inovasi dan teknologi.

“Jangan hanya berpikir menjadi pencari kerja. Mulailah berpikir usaha apa yang dapat dibangun, berapa orang yang dapat dipekerjakan, dan berapa petani yang dapat diajak bermitra. Saya ingin lahir agripreneur-agripreneur muda dari Polbangtan dan PEPI,” ujar Mentan Amran.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa pendidikan vokasi pertanian diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi teknis, kepemimpinan, kewirausahaan, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi pertanian.

“Lulusan Polbangtan dan PEPI dipersiapkan tidak hanya sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja yang mampu berkontribusi dalam pembangunan pertanian nasional,” ujar Idha Widi Arsanti.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin mengatakan, kerjasama dengan pemerintah daerah dibutuhkan untuk sinergi pendidikan vokasi pertanian dengan pemerintah daerah.

Direktur Polbangtan Medan menyampaikan bahwa kerja sama dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan vokasi pertanian. Menurutnya, pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga membentuk lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja.

“Alumni Polbangtan Medan kami bentuk bukan hanya menjadi job seeker, tetapi juga job creator. Karena itu, kami terus membangun kerja sama dengan berbagai perusahaan dan dunia usaha yang siap menerima alumni untuk bekerja dan mengembangkan kompetensinya,” ujar Direktur Polbangtan Medan.

Ia menambahkan, sinergi dengan pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis, melakukan penelitian, serta terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim Batubara menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama dengan Polbangtan Medan. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi peluang bagi Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk mendorong generasi muda agar memiliki kompetensi dan pengetahuan di bidang pertanian.

“Kami berharap anak-anak kami dapat kami titipkan di Polbangtan untuk dididik menjadi insan pertanian yang memiliki ilmu, keterampilan, karakter, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan pertanian,” ujar Wali Kota Tanjungbalai.

Wali Kota berharap kerja sama tersebut dapat terus dikembangkan dalam berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota Tanjungbalai, khususnya dalam peningkatan kapasitas generasi muda dan pengembangan sektor pertanian.

Melalui kolaborasi Polbangtan Medan dan Pemerintah Kota Tanjungbalai, diharapkan tercipta sinergi yang semakin kuat dalam mencetak generasi muda pertanian yang kompeten, profesional, berjiwa kewirausahaan, serta mampu menjadi bagian dari solusi dalam menjawab tantangan pembangunan pertanian dan regenerasi petani. (R)

Share: