MEDAN, Index Sumut – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan menyelenggarakan Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Laboratorium pada tanggal 28–29 September 2026.
Kegiatan berbentuk pelatihan di tempat sendiri (in-house training) ini diikuti oleh kepala laboratorium, manajer satuan pendidikan, serta pranata laboratorium pendidikan yang berperan langsung dalam pengelolaan sarana pembelajaran.
Pelatihan ini dilaksanakan bekerja sama dengan penyelenggara pelatihan bersertifikasi, LabMania Indonesia. Kegiatan ini didasari kesadaran bahwa laboratorium merupakan ruang kerja dan pembelajaran yang menyimpan berbagai potensi bahaya — mulai dari paparan bahan kimia, tumpahan zat berbahaya, risiko kebakaran, hingga penanganan peralatan yang memerlukan keterampilan khusus. Penerapan K3 bukan sekadar kewajiban, melainkan jaminan terciptanya lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif bagi seluruh civitas akademika.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan keselamatan kerja adalah fondasi utama dalam membangun SDM pertanian yang unggul. Setiap ruang laboratorium, setiap alat, dan setiap bahan yang digunakan harus dikelola dengan tanggung jawab penuh. Tidak ada kemajuan ilmu pengetahuan yang berharga jika diperoleh dengan mengorbankan keselamatan. Budaya K3 harus tumbuh dari kesadaran bersama dengan mencegah lebih baik daripada mengobati.
“Kami ingin lulusan pertanian tidak hanya cakap di ladang maupun di ruang riset, tetapi juga menjadi teladan dalam bekerja secara tertib, aman, dan bertanggung jawab,” kata Mentan Amran.
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arshanti menyebutkan sarana dan prasarana pendidikan harus diiringi dengan kemampuan pengelolaan yang mengutamakan keselamatan. Pelatihan K3 ini adalah langkah nyata memastikan setiap petugas memiliki kompetensi yang diakui dan dapat dipertanggungjawabkan. Keselamatan bukan hal tambahan, melainkan bagian tak terpisahkan dari kualitas pendidikan.
“Lingkungan yang aman akan melahirkan tenaga pengajar, peneliti, dan mahasiswa yang percaya diri, fokus, dan berprestasi,” kata Arshanti.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin mengatakan bahwa pendidikan vokasi menempatkan praktik langsung sebagai inti pembelajarannya. Oleh karena itu, kemampuan menerapkan prinsip K3 adalah keterampilan dasar yang wajib dikuasai setiap pengelola laboratorium.
“Dengan pelatihan ini, kami pastikan standar keselamatan ditingkatkan secara sistematis mulai dari identifikasi bahaya, penilaian risiko, penggunaan alat pelindung diri, hingga penanganan keadaan darurat. Kompetensi ini akan menjadi teladan bagi mahasiswa saat mereka terjun ke dunia kerja nanti,” kata Amin.
Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap mengatakan bahwa laboratorium adalah jantung kegiatan ilmiah di institusi kita. Di sinilah mahasiswa, dosen, dan tenaga pendidik berinteraksi langsung dengan berbagai peralatan dan bahan yang memiliki risiko. Tanpa pemahaman K3 yang kuat, risiko kecelakaan, penyakit akibat kerja, hingga kerusakan lingkungan menjadi ancaman nyata yang dapat menghambat kegiatan belajar dan mengajar.
“Melalui pelatihan ini, kami membekali petugas laboratorium dengan kemampuan mengenali bahaya sebelum terjadi, mengendalikan risiko, serta menanggapi keadaan darurat dengan tepat,” kata Nurliana.
“Kami tidak hanya mengejar kepatuhan terhadap aturan, melainkan membangun budaya keselamatan yang menjadi kebiasaan sehari-hari. Tujuannya jelas yaitu menciptakan lingkungan kerja yang aman, tertib, dan berkelanjutan bagi semua pihak,” tambahnya.
Kehadiran peserta dari berbagai unit laboratorium menunjukkan komitmen bersama. Semoga ilmu yang didapat tidak hanya diterapkan di tempat kerja, tetapi juga ditularkan kepada mahasiswa, sehingga kesadaran keselamatan tumbuh makin luas di lingkungan Polbangtan Medan.
Pelatihan ini dirancang agar peserta mampu mengidentifikasi potensi bahaya dan menilai risiko di lingkungan laboratorium, menerapkan prosedur kerja aman, termasuk penggunaan Alat Pelindung Diri sesuai ketentuan, menangani tumpahan, kebakaran, kecelakaan, maupun kondisi darurat lainnya, mengelola limbah laboratorium dan bahan berbahaya secara benar dan membudayakan pencegahan yang proaktif di setiap kegiatan.
Materi disampaikan selama 2 hari pelatihan mencakup aspek teknis, manajemen risiko, serta praktik penanggulangan kejadian tidak diinginkan. Setiap peserta yang dinyatakan lulus akan menerima sertifikat kompetensi.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal perbaikan berkelanjutan pengelolaan laboratorium di Polbangtan Medan. Dengan adanya petugas yang tersertifikasi dan terlatih, seluruh kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan berkualitas.
Polbangtan Medan berkomitmen menjadikan K3 sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya kerja, sehingga setiap orang yang belajar, bekerja, maupun berkunjung ke lingkungan kampus dapat melakukannya dengan rasa aman dan tenang. (R)





