JAKARTA, Index Sumut – Terangnya lampu yang menemani anak-anak belajar, listrik yang menunjang aktivitas keluarga, hingga energi yang menggerakkan roda perekonomian masyarakat merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Di balik kemudahan tersebut, terdapat proses panjang pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan serta kerja keras banyak insan yang memastikan listrik dapat tersedia dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Semangat menghadirkan manfaat tersebut turut mengantarkan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) meraih penghargaan Nusantara Electrification Award 2026 kategori “The Hydropower Builder Driving Regional Electrification”. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi institusi PLN UIP SBU dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang mendukung penyediaan energi bersih di Indonesia.
Penghargaan tersebut diterima oleh General Manager PLN UIP SBU, Rizki Aftarianto yang diwakili oleh Senior Manager Perijinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP SBU, Reza Pane dalam acara Nusantara Electrification Award 2026 yang berlangsung di Bidakara Hotel, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2026). Bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda, pencapaian ini juga menjadi pengingat bahwa kemajuan sektor ketenagalistrikan membutuhkan semangat kolaborasi dan kontribusi lintas generasi.
Chairman of Advisory Board Listrik Indonesia, Dr. Ir. Herman Darnel Ibrahim, M.Sc., IPU., ASEAN.Eng., menyampaikan bahwa penyediaan listrik merupakan tanggung jawab besar yang tidak berhenti pada pembangunan pembangkit maupun jaringan transmisi dan distribusi. Lebih dari itu, terdapat dedikasi dan kemampuan sumber daya manusia yang memastikan listrik dapat tersalurkan dan dinikmati masyarakat setiap hari.
Menurutnya, penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan terhadap kontribusi para insan ketenagalistrikan yang bekerja di balik tersedianya energi bagi masyarakat. Tantangan ke depan juga semakin kompleks, mulai dari menjaga keandalan pasokan, memastikan keterjangkauan, hingga mendorong penyediaan energi yang lebih bersih. Seluruh upaya tersebut membutuhkan kolaborasi lintas generasi untuk mewujudkan pembangunan ketenagalistrikan yang adil dan dapat dinikmati seluruh masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany Ghana Akmalaputri, S.T., M.M., menegaskan bahwa keberhasilan PLN tidak hanya diukur dari jumlah pembangkit yang dibangun atau jaringan listrik yang tersambung, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Listrik memiliki arti penting dalam berbagai aspek kehidupan. Bagi seorang anak, listrik memberikan penerangan untuk belajar dan meraih cita-cita. Bagi keluarga, listrik menunjang berbagai aktivitas sehari-hari. Sementara bagi pelaku usaha, ketersediaan listrik menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga produktivitas dan mengembangkan kegiatan ekonomi.
Oleh karena itu, PLN terus mendorong pemerataan akses listrik melalui perluasan jaringan, termasuk pengembangan PLTS individual untuk menjangkau wilayah terpencil. Penguatan infrastruktur dan digitalisasi juga menjadi bagian dari transformasi PLN dalam menghadirkan sistem distribusi yang semakin cerdas, fleksibel, dan andal, sekaligus mendukung peningkatan pemanfaatan energi terbarukan.
Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero), Suroso Isnandar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan unit yang menerima penghargaan. Menurutnya, pencapaian tersebut bukan sekadar simbol apresiasi, melainkan cerminan komitmen dan kerja keras dalam memajukan sektor ketenagalistrikan nasional. Sinergi antara PLN, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi fondasi penting untuk menjawab tantangan pembangunan energi di masa mendatang.
Bagi PLN UIP SBU, penghargaan ini menjadi dorongan untuk semakin memperkuat peran dalam mengawal pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya pembangkit listrik tenaga air. Potensi energi air di wilayah Sumatera Bagian Utara merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang dapat dikembangkan untuk mendukung keandalan sistem kelistrikan sekaligus memperkuat upaya transisi energi nasional.
General Manager PLN UIP SBU, Rizki Aftarianto, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh insan PLN UIP SBU yang selama ini berkontribusi dalam pengawalan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
“Penghargaan ini bukan menjadi titik akhir, melainkan motivasi bagi seluruh insan PLN UIP SBU untuk terus meningkatkan kontribusi dalam pembangunan ketenagalistrikan. Kami berkomitmen memperkuat supervisi dan pengawalan pembangunan pembangkit listrik tenaga air agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam mendukung keandalan pasokan listrik maupun pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan. Upaya ini juga merupakan bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung peningkatan bauran energi baru dan terbarukan di Indonesia,” ungkap Rizki.
Komitmen tersebut sejalan dengan arah pengembangan ketenagalistrikan nasional dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034. Dalam dokumen tersebut, bauran energi baru dan terbarukan (EBT) pada sektor ketenagalistrikan diproyeksikan mencapai 21% pada tahun 2030. Pengembangan pembangkit listrik tenaga air menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung peningkatan pemanfaatan energi terbarukan tersebut.
Melalui pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang berkelanjutan, PLN UIP SBU terus mengambil bagian dalam memperkuat sistem kelistrikan di Sumatera Bagian Utara sekaligus mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih. Setiap pembangunan yang dikawal diharapkan tidak hanya memperkuat pasokan listrik, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (R)





