MEDAN, Index Sumut – Makan bergizi gratis (MBG) telah mendorong kenaikan konsumsi daging sapi di wilayah Sumatera Utara. Berdasarkan hasil observasi di lapangan, terjadi kenaikan konsumsi yang melonjak signifikan dalam 3 bulan terakhir.

“Data yang berkembang menunjukan bahwa harga daging sapi memang terpantau bergerak stabil. Namun pergerakan harga yang stabil itu tidak lantas mencerminkan seutuhnya sisi permintaan atau demand di masyarakat,” ujar Ketua Tim Pemantau Harga Kebutuhan Pangan Sumut, Gunawan Benjamin, Selasa (25/11).

“Dikarenakan pasokan daging sapi yang elastis bisa menyesuaikan antara permintaan dengan supplynya. Berdasarkan hasil perhitungan saya, ada kenaikan produksi daging sapi hampir 19 ton setiap bulannya. Atau terjadi kenaikan sekitar 15% konsumsi daging sapi sejalan dengan semakin banyaknya dapur MBG belakangan ini,” sambung Gunawan.

Meski demikian, lanjut Gunawan, jika dilihat dari sisi penjualan di level pedagang pengecer. Tidak terdapat perubahan yang suignifikan, yang menunjukanbhawa konsumsi daging sapi masyarkat seperti untuk kebutuhan rumah tangga, rumah makan / restoran hingga pedagang bakso masih stagnan.

“MBG bisa merubah pola produksi yang signifikan dan berpeluang terus naik jika pemerintah membuka banyak dapur MBG di tahun depan,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan konsumsi ini berpeluang tidak banyak merubah harga daging sapi kedepan. Karena umumnya untuk pasokan sapi indukan masih bisa disesuailan dengan cepat untuk mengimbangi konsumsi. Kalaupun daging sapi berpeluang untuk alami kenaikan, maka diproyeksikan tidak akan jauh berbeda dengan realisasi harga saat ini dalam rentang 110 hingga 130 ribu per Kg.

“Kalaupun nantinya akan berubah karena kenaikan demand, diproyeksikan masih akan naik terbatas sekitar 5 hingga 10 ribu per Kg nya. Tetapi kalaupun naik lebih dikarenakan oleh kenaikan harga pakan yang alami kenaikan belakangan ini,” ujarnya. (R)

Share: