MEDAN, Index Sumut – Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Medan (Polbangtan Medan) bekerja sama dengan salah satu yayasan internasional yaitu LDC Foundation Enterprise menggelar workshop peningkatan kapasitas dan perspektif bagi seluruh dosen, Rabu (29/4). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi pertanian yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.

Workshop ini dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen institusi dalam mewujudkan visi menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang agronomi, tetapi juga tangguh sebagai agripreneur. Untuk mencapai profil lulusan tersebut, dibutuhkan kesamaan perspektif dan komitmen dari seluruh dosen dalam mengintegrasikan nilai-nilai kewirausahaan ke dalam proses pembelajaran, tanpa memandang latar belakang akademis maupun bidang keilmuan.

Ini sesuai dengan arahan dari Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan kapasitas dosen di Politeknik Pembangunan Pertanian Medan merupakan langkah strategis dalam memperkuat sumber daya manusia pertanian yang unggul dan berdaya saing.

Menurutnya, dosen dan tenaga pendidik merupakan pilar utama dalam mencetak generasi muda pertanian yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui pendidikan, penelitian, serta publikasi ilmiah harus terus didorong agar kualitas pembelajaran semakin meningkat.

Hal yang sama disampaikan oleh Kepala Badan PPSDM Pertanian, Idha Widi Arsanti mengatakan, peningkatan kapasitas SDM, termasuk dosen, menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan sektor pertanian.

“Dosen Polbangtan harus adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu menjawab tantangan pertanian modern,” tegasnya.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin mengatakan, saat ini tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana menginternalisasi nilai-nilai kewirausahaan serta mengadopsi metode pembelajaran modern di kalangan dosen.

Oleh karena itu, sambung Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap mengatakan, melalui workshop ini Polbangtan Medan berupaya membangun visi institusional bersama sekaligus memperkuat kapasitas dosen dalam mengintegrasikan aspek kewirausahaan ke dalam setiap mata kuliah.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat legitimasi inisiatif pengembangan kurikulum melalui keselarasan yang lebih erat dengan kebutuhan industri serta kebijakan pemerintah di sektor pertanian,” ujarnya.

Secara umum, workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan perspektif bersama seluruh dosen dalam mengintegrasikan kewirausahaan ke dalam pembelajaran guna menghasilkan lulusan dengan profil agripreneurial.

Secara khusus, kegiatan ini memberikan pemahaman kepada dosen terkait proses pendirian usaha pertanian, karakter dan pola pikir yang dibutuhkan sebagai seorang agripreneur, serta keterkaitan kewirausahaan dengan berbagai mata kuliah yang diajarkan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh dosen Polbangtan Medan mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang inovatif, aplikatif, dan berorientasi pada pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa di sektor pertanian.(R)

Share: