JAKARTA, Index Sumut – Apple dilaporkan tengah berupaya memperoleh izin dari pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk membeli chip RAM dari ChangXin Memory Technologies (CXMT), produsen memori asal China yang saat ini masuk dalam daftar pengawasan Pentagon.

Langkah tersebut dilakukan di tengah krisis pasokan memori global yang menyebabkan harga RAM melonjak dan meningkatkan biaya produksi berbagai perangkat teknologi, termasuk lini komputer Mac milik Apple.

Menurut laporan Financial Times yang mengutip enam sumber terkait, Apple telah menghubungi Departemen Perdagangan AS lebih dari sebulan lalu untuk membahas kemungkinan pembelian chip dari CXMT. Selain itu, perusahaan teknologi yang berbasis di Cupertino tersebut juga disebut aktif melobi sejumlah pejabat di Washington guna mencari jalur legal agar dapat menggunakan komponen dari pemasok asal China tersebut.

CXMT Masuk Daftar Pengawasan Pentagon

CXMT saat ini tercantum dalam Chinese Military Company List atau daftar 1260H yang disusun Pentagon. Daftar tersebut berisi perusahaan-perusahaan yang diyakini memiliki hubungan dengan militer China.

Status tersebut membuat rencana Apple menjadi lebih kompleks. Jika Apple menggunakan chip RAM dari CXMT, Departemen Pertahanan AS tidak lagi dapat menggunakan produk yang mengandung komponen tersebut.

Selain itu, Apple berpotensi kehilangan sebagian kontrak penjualan dengan pemerintah federal AS. Kondisi ini membuat keputusan penggunaan chip CXMT tidak hanya berkaitan dengan efisiensi biaya produksi, tetapi juga menyangkut isu politik dan keamanan nasional.

Terancam Kritik dari Kongres AS

CXMT juga pernah menjadi sorotan Departemen Perdagangan AS. Pada 2025, perusahaan tersebut disebut sebagai salah satu kandidat untuk masuk ke dalam Entity List, yakni daftar pembatasan yang dapat melarang perusahaan Amerika melakukan perdagangan dengan entitas tertentu.

Namun saat itu, pemerintah AS disebut menunda langkah tersebut karena sedang melakukan negosiasi dengan China untuk meredakan ketegangan perang dagang. Meski demikian, status CXMT masih dapat berubah sewaktu-waktu.

Apabila CXMT akhirnya masuk ke dalam Entity List, rantai pasok Apple berpotensi kembali terganggu. Karena itu, sekalipun Apple memperoleh izin untuk membeli chip RAM dari perusahaan tersebut, risiko jangka panjang dinilai masih cukup besar.

Rencana kerja sama itu juga berpotensi memicu kritik dari kalangan legislatif AS. Ketua House China Committee dari Partai Republik, John Moolenaar, menilai hubungan bisnis dengan CXMT dapat menjadi langkah yang berisiko.

Menurutnya, kerja sama tersebut berpotensi membantu China memperkuat dominasi dalam rantai pasok teknologi strategis dan meningkatkan ketergantungan industri teknologi Amerika terhadap pemasok asal China.

Bukan Pertama Kali

Ini bukan kali pertama Apple menghadapi kontroversi terkait penggunaan komponen dari perusahaan China.

Pada 2022, Apple sempat mempertimbangkan penggunaan chip buatan YMTC untuk iPhone yang dipasarkan di China. Rencana tersebut menuai kritik dari sejumlah politisi AS, termasuk Marco Rubio yang saat ini menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS.

Kala itu, Rubio memperingatkan bahwa Apple sedang “bermain dengan api” dan berpotensi menghadapi pengawasan yang lebih ketat dari pemerintah Amerika Serikat.

Di tengah meningkatnya rivalitas teknologi antara Washington dan Beijing, langkah Apple membeli chip dari CXMT diperkirakan akan terus menjadi perhatian regulator, parlemen, serta pelaku industri teknologi global. (lip6)

Share: