MEDAN, Index Sumut – Penanganan penyakit kardiovaskular kini semakin maju dan ramah pasien. Institut Jantung Negara (IJN) Malaysia terus memantapkan posisinya sebagai pelopor medis terkemuka dengan memperkenalkan metode Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI).
Prosedur modern ini menawarkan solusi bagi pasien yang mengalami gangguan katup jantung tanpa harus melalui proses operasi bedah dada terbuka yang melelahkan.
Dalam Health Talk “Inovasi Penanganan Penyakit Jantung & Pembuluh Darah dengan TAVI (Tanpa Bedah)” yang diselenggarakan di Medan, Chief Clinical Officer & Senior Konsultan Kardiologi IJN, Datuk Dr. Shaiful Azmi Yahaya, menjelaskan bahwa TAVI secara khusus ditujukan untuk menangani kondisi stenosis katup aorta, yakni penyempitan pada katup utama yang mengalirkan darah dari jantung ke pembuluh darah besar.
Kondisi katup aorta yang menyempit membuat organ jantung harus bekerja jauh lebih keras agar darah dapat mengalir ke seluruh tubuh. Jika dibiarkan, hal ini dapat memicu berbagai gejala klinis yang berat, terutama bagi kelompok lanjut usia.
“Masalah katup menyempit ini khusus kepada katup aorta, katup aorta yang mana keluarnya darah dari jantung ke arah pembuluh besar. Jadi, bilamana katup yang menyempit menyebabkan darah sukar untuk keluar dan jantung harus bekerja lebih kuat,” jelas Datuk Dr. Shaiful Azmi, Minggu (30/8/2026).
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kondisi ini kerap dialami oleh pasien usia senja. Gejala yang sering muncul meliputi rasa sakit atau nyeri di dada, susah bernapas, tubuh cepat merasa capek, hingga mengalami pitam atau pingsan mendadak.
“Jadi, biasanya berlaku pada warga tua yang 70, 80, 90 tahun malahan,” tambahnya.
Prosedur Minim Invasif: Lewat Kaki dan Pemulihan Cepat
Berbeda dari operasi katup jantung konvensional yang memerlukan pembelahan dada, TAVI menggunakan pendekatan minimally invasive yang jauh lebih minim trauma.
“Kaedah TAVI, Transcatheter Aortic Valve Implantation, adalah satu kaedah yang mana kita menggantikan katup di dalam badan pesakit menggunakan kaedah tanpa bedah. Masukkan alat itu melalui pembuluh darah di kaki, lalu dibukanya di tempat katup yang lama, dan terus dapat berfungsi seperti biasa,” papar Datuk Dr. Shaiful Azmi.
Keunggulan signifikan dari metode ini adalah efisiensi waktu perawatan di rumah sakit. Pasien tidak memerlukan masa pemulihan yang panjang di RS.
“Ini tidak memerlukan penginapan lama di hospital, mungkin 3 atau 4 hari saja, dan pesakit bisa pulang selepas itu,” lanjutnya.
Rekam Jejak IJN: 17 Tahun Pengalaman dengan Tingkat Keberhasilan 99%
Sebagai salah satu institusi pelopor TAVI di kawasan Asia dan ASEAN, IJN pertama kali memperkenalkan metode mutakhir ini pada tahun 2009. Perjalanan panjang tersebut tentu tidak lepas dari berbagai tantangan awal.
“Ya, pada mulanya kita mempunyai berbagai-bagai cabaran. Memandangkan prosedur ini mahal dan juga menggunakan pesakit yang agak berumur, jadi risikonya memang tinggi,” kenang Datuk Dr. Shaiful Azmi.
Namun, berkat komitmen dan keahlian tim medis yang solid, IJN berhasil membalikkan tantangan tersebut menjadi prestasi gemilang.
“Namun, selepas 17 tahun kita melakukan prosedur ini, sejak 2009, kita berjaya melakukan atas 300 pesakit, dan hasilnya ternyata amat baik, dengan keputusan hampir 99% berjaya. Jadi, untuk itu kami rekomendasi untuk pesakit-pesakit yang khusus, yang cocok dengan prosedur ini untuk menjalankannya, selain daripada pembedahan jantung, tidak perlu bedah lagi,” tegasnya.
Kemudahan Akses dan Program Spesial untuk Pasien dari Medan
Bagi masyarakat di Kota Medan dan sekitarnya yang berencana melakukan konsultasi atau penanganan medis lebih lanjut di IJN, pihak rumah sakit telah menyiapkan berbagai kemudahan akses serta penawaran menarik.
“Untuk pasien-pasien dari Kota Medan khususnya, bagaimana nantinya treatment spesial dari IJN ini, untuk calon-calon pesakit yang mau konsultasi atau penanganan sakit jantung di IJN? Ya, pertamanya kita ada wakil kita di sini, wakil-wakil kita, agent-agent kita di sini, untuk boleh kita berkonsultasi. Malahan sebelum pergi ke sana pun, pesakit bisa bertanyakan kami melalui online, ataupun melalui telekonferensi, sama ada sesuai atau tidak. Selepas kita bicara, kalau dilihat sesuai, barulah boleh ke sana,” jelas Datuk Dr. Shaiful Azmi.
Selain kemudahan konsultasi jarak jauh, IJN juga memberikan berbagai potongan harga khusus guna meringankan beban pasien, seperti potongan harga khusus bagi pasien yang ingin menjalani perawatan medis maupun pemeriksaan kesehatan menyeluruh (medical check-up) di IJN.
Lalu, tersedia tambahan diskon 10% khusus untuk penerbangan bagi pasien yang berangkat berobat melalui kerja sama strategis dengan maskapai Batik Air.
“Dengan hadirnya teknologi TAVI serta kemudahan fasilitas penunjang ini, pasien gangguan katup jantung, khususnya dari wilayah Medan dan Indonesia kini memiliki alternatif pengobatan kelas dunia yang lebih aman, cepat, dan efisien, ucapnya.
IJN Tawarkan Layanan Khusus dan Penjemputan Gratis
Melalui kunjungan langsung ke Kota Medan, IJN ingin memperkenalkan diri sebagai pusat rujukan utama bagi pasien yang membutuhkan penanganan medis jantung lanjutan, terutama untuk kasus-kasus komplikasi berat.
Kepala Divisi Pemasaran IJN, Farah Delah Suhaimi, menjelaskan bahwa kedatangan timnya ke Medan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai alternatif pilihan berobat ke Malaysia, yang selama ini umumnya didominasi oleh wilayah Penang.
“Jadi kedatangan kita di Kota Medan ini untuk lebih memperkenalkan IJN untuk warga kota di Medan dan juga di sekitarnya. Jadi yang penting itu warga Medan itu tahu ada opsi untuk berobat ke Malaysia. Sebelum ini kebanyakan yang ke Penang kan? Jadi, kalau yang ke Kuala Lumpur, yang ada masalah khusus jantung, kita sarankan kita ada rumah sakit kita yang bisa membantu, terutama kasus yang komplikasi. Sebab itu memang tidak ada rumah sakit yang lain bisa lakukan, akhirnya akan hantar ke IJN,” ungkap Farah.
Bagi pasien asal Indonesia yang pertama kali berobat ke luar negeri, kecemasan sering kali muncul bukan hanya karena kondisi kesehatan, tetapi juga kendala logistik. Untuk mengatasinya, IJN menyediakan layanan menyeluruh (end-to-end service) yang dirancang khusus untuk kenyamanan pasien internasional.
“Pastinya sebab mereka datang langsung dari Indonesia ke Malaysia kan. Jadi untuk pasien IJN, Insya Allah kita adakan penjemputan gratis langsung dari bandara ke rumah sakit kita atau ke hotel. Itu salah satu fasilitas yang kita berikan kepada international patient yang rata-ratanya daripada Indonesia,” jelasnya.
Selain fasilitas transportasi, IJN juga mengoperasikan International Patient Center (IPC) yang siaga menyambut kedatangan pasien dari luar negeri guna mempermudah proses administrasi, penjadwalan temu dokter (appointment), hingga konsultasi jarak jauh sebelum keberangkatan.
“Selain daripada itu, kita ada International Patient Center yang menunggu menerima kunjungan pasien dari luar negeri. Dan ini memudahkan pasien untuk membuat appointment dan juga untuk bertanya dokter yang mana. Bisa bertanya jawab sebelum kedatangan ke IJN juga. Ini membantu pasien yang pertama kali baru mau datang ke rumah sakit IJN. Tidak perlu risau namanya sudah sakit, tapi perlu risau yang lain-lain? Insya Allah tim kita akan bantu dari mulai sampai akhir sebelum kedatangan ke IJN,” tambah Farah meyakinkan.
Ketepatan Penanganan: Menyesuaikan Pasien dengan Dokter Spesialis yang Tepat
Kunci utama dari pengalaman berobat yang memuaskan (best experience) di IJN adalah ketepatan dalam mendiagnosis dan mencocokkan pasien dengan dokter spesialis yang sesuai dengan kondisi spesifik mereka. Mengingat variasi masalah jantung yang sangat luas, IJN memiliki ratusan dokter spesialis yang siap diandalkan.
“Sebenarnya dipastikan nantinya calon pasien akan mendapatkan pelayanan yang best pokoknya. Pelayanan yang best itu satu; yang penting adalah dokter yang betul. Sebab dokter kita ramai, jantung kita lebih dari seratus. Tapi masalah jantung itu berbeda-beda, jadi bukan satu. Jadi sebelum kedatangan itu, kita sarankan pasien beri dulu cek hasil yang dilakukan di sini. Jadi kita tentukan dokter yang mana untuk sakit yang apa. Itu adalah yang paling penting kita perlu tahu awal, supaya pasien lebih tenang bila sampai ke rumah sakit IJN,” paparnya.
Faktor kedekatan geografis menjadi salah satu keunggulan utama bagi warga Medan yang ingin berobat ke Kuala Lumpur dibandingkan harus terbang ke Jakarta atau kota lainnya. Waktu tempuh yang singkat membuat perjalanan medis menjadi jauh lebih efisien.
“Untuk pasar Medan sendiri seperti apa? Ya pasti Medan yang paling dekat dengan Kuala Lumpur kan. Kurang lebih kalau pesawat itu 45 menit, lalu habis minum sudah sampai. Nah jadi untuk warga Medan, untuk ke Jakarta lebih jauh dan lebih mahal. Jadi yang dekat ada, dan yang terbaik pun ada di IJN. Jadi kenapa perlu ke tempat lain kalau bukan di IJN?” kata Farah.
Di akhir pemaparannya, Farah berharap IJN tidak hanya diposisikan sebagai tempat kedua (second opinion), melainkan dapat menjadi destinasi utama rujukan kardiovaskular bagi masyarakat Indonesia.
“Selalunya pasien memang mendapat dulu rawatan di sini dan opinion kedua baru datang ke Malaysia. Jadi kita mau jadikan IJN itu bukan sekadar ‘Malaysia opinion kedua’, tetapi ‘IJN opinion pertama’ untuk masalah jantung. Itu adalah penting untuk kita juga,” pungkasnya. (R)





