Index Sumut – Harga daging ayam berdasarkan pemantauan PIHPS Sumut mengalami penurunan dari rata-rata 40.500 per Kg, menjadi 39.950 per Kg nya, Senin (27/5). Mengalami penurunan tipis dibandingkan dengan pekan sebelumnya yang berada di atas 40 ribuan per Kg.
“Namun berdasarkan hasil observasi di lapangan (kandang), saya menilai harga daging ayam berpeluang untuk turun,” ujar Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin, Selasa (28/5).
Di sejumlah pasar di Medan dan Deli Serdang, lanjutnya, harga daging ayam mengalami penurunan Rp1.000 per Kg-nya pada hari ini.
“Penurunan tersebut berpeluang menjadi awal penurunan harga yang akan berlangsung hingga bulan Juni mendatang. Memang konsumsi daging ayam berpotensi mengalami peningkatan bulan Juni mendatang, seiring dengan libur kenaikan kelas, ditambah dengan libur panjang Idul Adha,” ujarnya.
Menurut Gunawan, pembentukan harga kedepan akan diuji dengan konsumsi selama libur bulan Juni tersebut. Namun, dengan melihat jumlah pasokan ayam potong yang belakangan mengalami kenaikan, diperkirakan harga daging ayam masih berpeluang turun maksimal 3.000 per Kg hingga bulan Juni.
“Jadi meskipun turun, harga daging ayam tetap akan berada dalam angka keekonomiannya. Saya melihat harga akan mampu bertahan di kisaran 32 – 33 ribu atau di atasnya. Harga keekonomian tersebut merupakan harga ideal bagi konsumen dan produsen. Tidak seperti realisasi harga daging ayam saat ini yang dinilai sudah kemahalan,” ujarnya.
Gunawan menyebutkan, daging ayam berpotensi menjadi penyumbang deflasi di bulan depan. Bukan hanya daging ayam, tomat juga diperkirakan akan mengalami penurunan seiring dengan peningkatan pasokan.
“Musim panen tomat telah menekan harga tomat hingga menyentuh 2.500 per Kg di level pedagang besar. Sejauh ini tomat berada dalam rentang 7.000 hingga 10 ribu per Kg di pedagang pengecer,” ujarnya.
Harga tomat saat ini jauh lebih murah dibandingkan dengan harga di awal tahun 2024 yang sempat berada di atas Rp20 ribu per kg nya. Harga tomat sempat menyentuh level tertinggi setelah terjadi bencana alam di wilayah Sumatera Barat sebagai salah satu wilayah produsen tomat. (R)





