MEDAN, Index Sumut – Pergerakan harga cabai merah di Sumatera Utara kembali bikin pelaku pasar dan konsumen angkat alis. Setelah sempat turun tajam di awal Ramadan, harga kini menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa hari terakhir.

Pada 1 Ramadan, cabai merah bahkan sempat dijual hingga Rp23.000 per kilogram. Di sejumlah titik perdagangan lain, harga berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp35.500 per kilogram, mengacu pada data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Kota Medan.

Namun, Sabtu (21/02), harga mendadak merangkak naik. Di beberapa pedagang, cabai merah dijual Rp40.000 per kilogram, bahkan ada yang menyentuh Rp42.000 per kilogram. Meski sempat turun kembali ke kisaran Rp35.000–Rp38.000 per kilogram pada Minggu, tren tiga hari terakhir menunjukkan tekanan kenaikan mulai terbentuk.

Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin, mengatakan fluktuasi ini sebenarnya sudah dalam perhitungan.

“Sejak sebelumnya kita sudah memproyeksikan ada potensi kenaikan. Gangguan panen di sejumlah sentra produksi akibat bencana pada November lalu memang berdampak pada pasokan,” ujarnya.

Menurut Gunawan, konsumsi masyarakat pasca 1 Ramadan relatif kembali normal mendekati hari biasa. Bahkan secara total, pasokan cabai merah di Sumut sebenarnya lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan lokal. Namun persoalannya bukan semata soal jumlah produksi.

“Sumut ini pemasok untuk wilayah lain seperti Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat hingga Jambi. Ketika daerah lain kekurangan pasokan dan permintaan tetap kuat, maka tekanan harga akan terasa, termasuk di Sumut,” jelasnya.

Ia menambahkan, ketika aliran cabai ke luar daerah berkurang sementara permintaan tetap konsisten, pelaku pasar akan terus mencari sumber pasokan hingga kebutuhan terpenuhi. Situasi inilah yang mendorong harga bergerak naik.

Gunawan menegaskan, kondisi ini menjadi bukti bahwa surplus produksi di satu daerah tidak otomatis membuat harga aman.

“Surplus tidak menjamin harga tidak naik. Harga cabai di Sumut sangat dipengaruhi pembentukan harga di daerah lain. Jika tren di provinsi tujuan distribusi terus naik, maka Sumut akan ikut menyesuaikan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan, apabila pasokan dari Sumut, Aceh hingga Jawa tidak mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan wilayah dengan basis konsumen besar, maka cabai merah berpotensi menjadi salah satu penyumbang inflasi nasional, termasuk di Sumatera Utara. (R)

Share: