MEDAN, Index Sumut – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) mengedukasi pelajar di Kota Medan mengenai pentingnya swasembada pangan guna meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap ketahanan pangan nasional.

Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto mengatakan, kegiatan ini bertujuan memupuk rasa bangga di kalangan pelajar bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan, khususnya komoditas beras.

Edukasi tersebut diberikan kepada siswa SMP IKAL Medan dan SMP Kartika Medan. Menurut Budi, kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan pemahaman bahwa Indonesia kini semakin mandiri dalam sektor pangan.

“Melalui edukasi ini, pelajar diharapkan dapat memahami bagaimana pengelolaan pangan dilakukan Bulog dalam mendukung pencapaian swasembada pangan,” ujarnya, Selasa (21/4).

Selain memberikan pemahaman tentang sistem pengelolaan dan distribusi pangan, Bulog juga menekankan pentingnya menjaga ketersediaan bahan pokok demi memenuhi kebutuhan masyarakat serta menjaga stabilitas harga di pasaran.

Budi menegaskan, pelajar tidak perlu khawatir terkait ketersediaan beras, karena stok saat ini dinilai mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mengalami peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir.

“Stok CBP meningkat hingga 222 persen, dari 1,5 juta ton pada 2023 menjadi 4,9 juta ton pada pertengahan April 2026,” jelasnya.

Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, termasuk potensi krisis pangan, Indonesia dinilai semakin siap. Ketahanan pangan nasional terus diperkuat sebagai bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan.

Kepala SMP IKAL Medan, Lasimin, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi dari Bulog memberikan manfaat besar bagi pelajar karena menambah wawasan tentang ketahanan pangan.

“Pelajar belajar proses distribusi beras, mulai dari petani hingga ke gudang. Ini sangat menambah pengetahuan mereka,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda tidak hanya memahami pentingnya ketahanan pangan, tetapi juga termotivasi untuk berkontribusi dalam menjaga kemandirian pangan Indonesia di masa depan. (R)

Share: