JAKARTA, Index Sumut – Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan baru berupa subsidi kendaraan listrik, khususnya motor listrik, dengan nilai sekitar Rp5 juta per unit. Kebijakan ini masih dalam tahap pembahasan lintas kementerian dan ditargetkan mulai diterapkan secara bertahap pada 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa skema insentif tersebut sedang dimatangkan bersama Kementerian Perindustrian Republik Indonesia serta kementerian terkait lainnya.

“Subsidi mungkin Rp5 juta per motor, atau lebih. Tapi ini masih dalam pembahasan dan akan dilaporkan ke Presiden,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Pemerintah berencana memberikan insentif secara bertahap, dengan target awal menjangkau hingga 6 juta unit kendaraan listrik. Namun, jumlah pasti penerima subsidi masih dalam tahap perumusan.

Kebijakan ini juga berkaitan dengan terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026 yang mengatur pajak kendaraan, termasuk kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV).

Aturan tersebut berpotensi meningkatkan biaya kepemilikan kendaraan listrik, yang sebelumnya mendapatkan berbagai pembebasan pajak seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Di sisi lain, tren pasar menunjukkan pertumbuhan signifikan kendaraan listrik di Indonesia. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, penjualan BEV tercatat melonjak 96 persen menjadi 33.146 unit, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 16.926 unit. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan industri otomotif secara keseluruhan yang hanya naik 1,7 persen.

Sebaliknya, penjualan kendaraan berbahan bakar konvensional (internal combustion engine/ICE) justru mengalami penurunan dari 174.776 unit menjadi 156.684 unit.

Dengan tren tersebut, porsi kendaraan listrik diperkirakan terus meningkat dan bisa mencapai 19–20 persen dari total penjualan kendaraan hingga akhir 2026.

Pemerintah berharap kebijakan subsidi ini dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di dalam negeri, sekaligus mendukung target transisi energi dan pengurangan emisi karbon. (okz)

Share: