MEDAN, Index Sumut – Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan melalui BPP Model Kostratani Laboratorium Penyuluhan Pertanian resmi meluncurkan kegiatan rutin Rabu Posko pada Rabu (7/05/2026) sebagai forum diseminasi inovasi, koordinasi, konsolidasi, dan evaluasi bidang pertanian.
Program ini menjadi model percontohan dalam memperkuat peran Kostratani sebagai pusat data, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, serta pusat jejaring kemitraan pertanian.
Kegiatan launching dihadiri Direktur Polbangtan Medan Dr. Nurliana Harahap beserta jajaran pimpinan, dosen, PLP, mahasiswa, dan penyuluh pertanian yang mengikuti secara luring maupun daring.
Hal ini disampaikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di beberapa waktu yang mengatakan diseminasi inovasi pertanian harus menjadi gerakan nyata yang mampu menjawab kebutuhan petani di lapangan.
“Politeknik Pembangunan Pertanian memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia sekaligus jembatan penyebarluasan teknologi dan inovasi pertanian modern. Saya berharap inovasi yang dihasilkan tidak berhenti di kampus, tetapi dapat diterapkan secara luas untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan petani menuju swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala BPPSDM Pertanian Idha Widi Arsanti mengatakan, kegiatan diseminasi inovasi pertanian di Polbangtan menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi pertanian modern.
“Melalui diseminasi ini, hasil riset, teknologi, dan praktik pertanian cerdas dapat diterapkan langsung oleh mahasiswa, petani, penyuluh, hingga masyarakat luas sehingga inovasi tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar memberi dampak nyata di lapangan,” imbuhnya.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin mengatakan, Pusdik Pertanian terus mendorong Polbangtan menjadi pusat pengembangan SDM pertanian yang adaptif, profesional, serta mampu melahirkan generasi muda pertanian yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing global.
Dalam sambutannya, Direktur Polbangtan Medan menegaskan bahwa Rabu Posko merupakan langkah strategis untuk memastikan diseminasi inovasi pertanian berjalan efektif, terukur, dan mampu menjawab kebutuhan petani di lapangan.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun komunikasi yang lebih intensif antara akademisi, penyuluh, petani, dan pemerintah daerah, sehingga setiap kebijakan dan inovasi pertanian dapat diimplementasikan dengan baik,” ujar Wakil Direktur I Polbangtan Medan.
Kepala Laboratorium Penyuluhan Pertanian Puji Wahyu Mulyani menyampaikan bahwa agenda Rabu Posko akan meliputi pemaparan teknologi pertanian terbaru, strategi peningkatan produktivitas, serta penguatan kelembagaan petani. Kegiatan ini direncanakan berlangsung rutin setiap Rabu minggu pertama setiap bulan dengan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi.
Pada sharing session perdana, hadir narasumber Mukhtar Yusuf dan Makruf Wicaksono yang membawakan tema “Inovasi Digitalisasi Budidaya Pertanian Mendukung Smart Farming dan Adaptasi Perubahan Iklim”.
Melalui peluncuran Rabu Posko, Polbangtan Medan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas penyuluhan pertanian serta mendorong lahirnya inovasi yang mampu mendukung percepatan swasembada pangan nasional.(R)





