ASAHAN, Index Sumut – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) melalui kantor Unit Pelaksana Proyek Sumatera Bagian Utara 4 (UPP SBU 4) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Salah satu implementasi komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Budidaya Ikan Jurung (spesies lokal) dan Pelatihan Pertanian bagi Kelompok Tani Tirtanadi yang dilaksanakan di Balai Desa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, Jumat 12 Juni 2026.

Program ini merupakan bentuk kolaborasi PLN UPP SBU 4 dengan Pemerintah Desa Tangga, Dinas Pertanian Kabupaten Asahan, serta Dinas Perikanan Kabupaten Asahan dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mengelola potensi sumber daya alam secara produktif, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.

Kegiatan dihadiri oleh Manager PLN UPP SBU 4 Parlindungan beserta jajaran, Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Balai Penyuluh Pertanian Wilayah IV Kabupaten Asahan, Irwansyah, Kepala UPTD Balai Benih Ikan Air Tawar Rawang Kabupaten Asahan, Asprin Tamba, Kepala Desa Tangga Humala Panjaitan, serta Ketua Kelompok Tani Tirtanadi Gokman Panjaitan.

Selain penyampaian materi oleh narasumber yang berkompeten dari Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan Kabupaten Asahan, program ini juga diawali dengan survei lapangan untuk mengidentifikasi kesesuaian lokasi budidaya ikan jurung dan pemanfaatan lahan pertanian sehingga program dapat dilaksanakan tepat sasaran sesuai dengan kondisi lingkungan di sekitar PLTA Asahan 3.

Kepala Desa Tangga, Humala Panjaitan, menyampaikan apresiasi kepada PLN atas kepeduliannya dalam meningkatkan kapasitas masyarakat melalui program yang menyentuh kebutuhan nyata warga desa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT PLN (Persero) yang terus bersinergi dengan Pemerintah Desa Tangga dan Kelompok Tani Tirtanadi dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat. Program ini menjadi bekal yang sangat berharga bagi masyarakat untuk mengelola potensi sumber daya di sekitar lingkungan menjadi usaha budidaya ikan jurung dan pertanian yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di Desa Tangga,” ujar Humala.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Kelompok Tani Tirtanadi, Gokman Panjaitan, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut memberikan wawasan baru bagi anggota kelompok tani untuk mengembangkan usaha yang lebih produktif dan berkelanjutan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT PLN (Persero) atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada Kelompok Tani Tirtanadi. Melalui pelatihan ini, kami memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas anggota kelompok dalam mengembangkan sektor pertanian dan budidaya ikan jurung sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat,” ungkap Gokman.

General Manager PLN UIP SBU, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa PLN tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga berkomitmen menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar proyek.

“PLN meyakini bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus berjalan selaras dengan pembangunan masyarakat di sekitarnya. Melalui program TJSL ini, kami ingin meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki menjadi sumber penghidupan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan nilai ekonomi. Kolaborasi bersama pemerintah daerah, kelompok masyarakat, dan para pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menciptakan dampak yang nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas Rizki.

Sementara itu, Manager PLN UPP SBU 4, Parlindungan, menyampaikan bahwa program pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menciptakan masyarakat yang mandiri melalui penguatan kapasitas dan pemanfaatan potensi lokal.

“Pelaksanaan Pelatihan Budidaya Ikan Jurung dan Pelatihan Pertanian bagi Kelompok Tani Tirtanadi diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia di sekitar lingkungan. Melalui peningkatan kapasitas tersebut, kami berharap masyarakat dapat mengembangkan usaha di bidang perikanan dan pertanian yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat Desa Tangga secara berkelanjutan,” tutup Parlindungan.

Melalui program TJSL yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, PLN UIP SBU terus berupaya menghadirkan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Sinergi bersama pemerintah, kelompok masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, serta mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan. (R)

Share: